Riset: 73 persen pengemudi Gojek optimis pendapatan membaik

id gojek,pengemudi gojek,gofood,riset ui

Ilustrasi: Pengemudi ojek online menunggu penumpang di kawasan Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Rabu (11/3/2020). ANTARA FOTO/Fauzan/foc. (ANTARA)

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 89 persen pengemudi Gojek memutuskan bertahan menjadi mitra dan 73 persen mengaku optimistis pendapatan akan membaik pasca-pandemi COVID-19, berdasarkan riset yang dilakukan oleh embaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LD FEB) Universitas Indonesia.

“Optimisme mitra ini menarik karena menunjukkan adanya kepercayaan mitra pengemudi pada ekosistem ekonomi digital sebagai tempat mencari nafkah, serta resiliensi bisnis startup on-demand yang saat ini mampu bertahan di masa krisis,” kata Wakil Kepala LD FEB UI Paksi Walandouw dalam diskusi virtual di Jakarta, Senin.

Paksi Walandouw merinci mitra GoFood yang berencana melanjutkan hingga beberapa tahun ke depan yakni sebanyak 95 persen, UMKM mitra GoSend 87 persen, UMKM Gopay 90 persen, dan mitra pengemudi 96 persen.

Baca juga: Riset: 24 persen pekerja swasta beralih jadi mitra GoFood saat pandemi

Ia menuturkan para pelaku usaha menyadari bahwa dampak pandemi terhadap penghasilan mereka akan terus berjalan setidaknya lebih dari tiga bulan ke depan (74-81 persen).

Mitra pengemudi, lanjut dia, lebih optimistis bahwa dampak pendemi bisa lebih cepat mereka lewati, di mana 40 persen menilai akan selesai dalam tiga bulan.

Ia menjelaskan salah satu faktor yang mendorong para mitra tetap bertahan yakni adanya bantuan sosial, bukan hanya dari pihak Gojek melainkan juga antarmitra.

Baca juga: UMKM mitra Gojek dapat akses kredit bunga ringan dari DigiKu

“Pemberian bantuan tersebut direspons positif oleh mitra, dengan mayoritas mitra atau 84 persen mengapresiasi bantuan sosial yang mereka terima dari Gojek. Sebagian besar atau 74 persen mitra yang mendapat bantuan mengatakan merasakan manfaat yang diberikan,” ujarnya.

Tipe bantuan sosial yang paling banyak diterima pengemudi adalah program sembako atau voucher makan gratis sebanyak 77 persen, sisanya menerima bantuan posko aman, seperti fasilitas cek suhu tubuh; pembagian paket kesehatan terdiri dari masker, sanitasi tangan dan lainnya, penyemprotan desinfektan kendaraan, keringanan cicilan, serta kerja sama dengan pemerintah untuk fasilitas program Kartu PraKerja.

“Sikap gotong royong tercermin dari temuan bahwa walaupun mengalami penurunan penghasilan, hampir setengah mitra pengemudi Gojek atau 44 persen memberikan bantuan sosial kepada sesama,” katanya.

Baca juga: Menhub apresiasi inovasi ojek dan taksi daring di masa pandemi
 


Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar