Ekspor manggis Sumbar naik hampir dua kali lipat di tengah pandemi

id manggis,ekspor manggis,manggis sumbar

Ilustrasi: Pengepul menyortir buah manggis kualitas ekspor di gudang manggis Parik Malintang, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Senin (3/8/2020). Balai Karantina Pertanian Padang mencatat dalam sepekan terakhir sebanyak 32 ton buah manggis senilai Rp1,44 miliar asal provinsi itu kembali diekspor dengan negara tujuan China. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww.

Padang (ANTARA) - Di tengah pandemi COVID-19 ekspor manggis Sumatera Barat (Sumbar) mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama 2019 berdasarkan data Balai Karantina Pertanian Padang.

"Berdasarkan data dari sistem perkarantinaan pada periode Januari hingga Juli 2020 tercatat sebanyak 143 kali pengiriman manggis dengan total 475,5 ton senilai Rp21,4 miliar. Sementara pada periode yang sama di 2019 hanya sebanyak 240,9 ton dengan nilai Rp10,8 miliar," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Padang Eka Darnida di Padang, Senin.

Menurutnya, peningkatan ekspor tersebut patut disyukuri karena di tengah keterbatasan akibat pandemi, petani manggis Sumbar bisa menggenjot kinerja ekspor hampir dua kali lipat.

"Ini tentunya menjadi pengungkit kinerja ekspor sektor pertanian secara keseluruhan, " kata dia.

Baca juga: Sumbar kembali ekspor manggis setelah sempat terhenti akibat COVID-19

Ia mengatakan selama pandemi manggis Sumbar hanya diekspor ke satu negara yaitu China, sementara pada tahun sebelumnya ada tiga negara.

"Selain China, tahun lalu ada Malaysia dan Singapura. Semoga dengan dibukanya pembatasan secara bertahap maka moda transportasi tersedia kembali sehingga pengiriman manggis ke negara lainnya terlayani," katanya.

Untuk mempercepat proses bisnis, Karantina Pertanian Padang juga menyiapkan layanan inline inspection atau pemeriksaan dan tindakan karantina dilakukan di gudang pemilik. Saat ini, kata dia, ada lima eksportir manggis di Sumbar.

Baca juga: Gubernur: Bali masih mampu ekspor manggis di tengah pandemi COVID-19

Berdasarkan catatan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Provinsi Sumbar, telah menyiapkan perluasan lahan untuk kebun manggis dari 8.000 hektare dan terus ditambah hingga 10.000 hektare untuk mencapai target produksi minimal 80.000 hingga 100.000 ton per tahun.

Tidak hanya itu Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jendral Hortikultura juga memberikan bibit unggul sebanyak 100.000 batang untuk lahan seluas 1.000 hektare.

Di Sumbar saat ini petani manggis tersebar di beberapa sentra yaitu di Kabupaten Limapuluh Kota, Pesisir Selatan, dan Padang Pariaman.

Baca juga: Kementan dorong buah manggis Purwakarta diekspor ke Rusia

Baca juga: Ada Festival Manggis di Purwakarta hari ini dan besok
 

Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar