Ketepatan waktu jadi tantangan terbesar TransJakarta

id TransJakarta, lawan arus, Dirlantas Polda Metro Jaya, transportasi terintegrasi, integrasi transportasi,Busway

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah), Direktur Utama Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo (kanan) bersama jajaran direksi PT Transjakarta saat meninjau depo bus PT Transjakarta di Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta (1/8/2020). (HO/PT Transjakarta)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Transportasi Jakarta ( TransJakarta) Sardjono Jhony Tjitrokusumo menyebutkan tantangan terbesar penyedia jasa layanan bus bagi warga Jakarta itu adalah ketepatan waktu untuk mencapai satu titik ke titik lainnya.

"Ada satu janji yang TransJakarta saat ini masih tidak bisa deliver kepada pengguna jasa TransJakarta, yaitu on time performance (performa ketepatan waktu). Itu kita ga bisa guarantee (jamin)," kata Sardjono dalam webinar yang diselenggarakan oleh SBM ITB, Rabu.

Berbeda dengan layanan transportasi massal berbasis rel seperti MRT Jakarta dan LRT Jakarta yang dapat menjanjikan ketepatan waktu bagi para penumpangnya, TransJakarta masih memiliki rute yang mengharuskan bus melewati jalur umum dan turut digunakan oleh kendaraan pribadi.

"20 hingga 30 persen jalur TransJakarta atau busway masih bersinggungan dengan jalur transportasi atau lalu lintas umum sehingga tentu kita terefek oleh kemacetan," ujar Sardjono.

Di sisi lain, Sardjono juga mengungkapkan seringkali jalur khusus untuk TransJakarta direbut oleh pengguna kendaraan pribadi baik mobil maupun motor sehingga layanan tetap terlambat meski sudah memiliki rute khusus.

"Saya rasa untuk mobil ataupun motor tidak akan ada yang nekat untuk mengambil jalur kereta api. Tapi kalau mengambil jalur busway justru pada mau. Jadi on time performance sebagai faktor utama kesuksesan integrasi transportasi memang masih jadi tantangan bagi TransJakarta," ujar Sardjono.

Baca juga: TransJakarta tambah 155 armada di 10 koridor kawasan Ganjil Genap
Baca juga: TransJakarta siap antisipasi lonjakan penumpang saat ganjil genap


Kendaraan pribadi mengambil jalur TransJakarta pun memang dibuktikan dari laporan Polda Metro Jaya selama operasi Patuh Jaya 2020.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo pada Kamis (30/7) bahkan menyebutkan pelanggaran melawan arus dan menggunakan jalur TransJakarta merupakan pelanggaran terbanyak yang dilakukan baik oleh pengendara kendaraan bermotor roda dua dan roda empat.

"Pelanggaran-pelanggaran yang terbanyak yang kita tindak adalah pelanggaran melawan arus dan pelanggaran mengambil jalur busway," kata Sambodo.

Karena itu, pada Operasi Patuh Jaya 2020 Sambodo berharap dari penindakan tilang yang dilakukan oleh jajarannya kepada para pelanggar lalu lintas itu terjadi perubahan sikap tidak lagi mengambil jalur busway sehingga TransJakarta dapat memberikan pelayanan optimal dan sang pelanggar dapat menaati aturan lalu lintas yang lainnya.

Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar