Menlu AS: DK-PBB akan tentukan perpanjangan embargo senjata Iran

id Embargo senjata Iran,resolusi Amerika Serikat,pemungutan suara,Dewan Keamanan PBB

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengadakan konferensi pers di kantor pusat Alliande di Brussels, Belgia, Rabu (20/11/2019). (REUTERS/FRANCOIS LENOIR)

New York/Washington (ANTARA) - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) pekan depan akan melakukan pemungutan suara terhadap upaya Amerika Serikat memastikan embargo senjata Iran diperpanjang, kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Rabu.

Pemungutan suara akan tetap berlangsung kendati sejumlah diplomat memperingatkan bahwa langkah itu tidak terlalu mendapat dukungan.

Embargo saat ini terhadap senjata Iran akan berakhir pada 18 Oktober di bawah kesepakatan nuklir, yang ditandatangani Teheran dengan sejumlah negara berpengaruh pada 2015. Pemerintah Donald Trump pada 2018 menarik AS keluar dari perjanjian itu.

Baca juga: Iran kutuk pencabutan embargo senjata atas gerilyawan Suriah
Baca juga: Sanksi baru rugikan negosiasi nuklir Iran


Rancangan resolusi yang disusun AS tersebut akan membutuhkan sembilan suara dukungan untuk memaksa Rusia dan China menggunakan hak veto.

Namun, sejumlah diplomat mempertanyakan apakah Washington bahkan bisa mengumpulkan sembilan suara.

"Amerika Serikat akan membawa resolusi ke Dewan Keamanan untuk memperpanjang embargo senjata Iran," kata Pompeo kepada para wartawan.

"Proposal yang kami ajukan sangat masuk akal. Dengan satu atau lain cara, kami akan melakukan hal yang benar. Kami akan memastikan bahwa embargo senjata diperpanjang," katanya, menegaskan.

Jika tidak berhasil memperpanjang embargo, AS mengancam akan mengupayakan semua sanksi PBB terhadap Iran kembali diterapkan di bawah proses yang disepakati dalam perjanjian 2015.

Sumber: Reuters

Baca juga: Iran hiraukan ancaman AS soal sanksi PBB
Baca juga: Ban Ki-moon prihatin Iran mungkin langgar embargo senjata

Pewarta : Tia Mutiasari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar