Kejari Jakarta Barat terima pelimpahan tahap dua kasus Vanessa Angel

id kejaksaan negeri jakarta barat, vanessa angel, kasus narkoba

Selebritas Vanessa Angel dalam pelimpahan tahap dua kasusnya di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Kamis (6/8/2020). ANTARA/HO-Kejari Jakbar/am.

Jakarta (ANTARA) - Kejaksaan Negeri Jakarta Barat menerima pelimpahan berkas tahap dua kasus kepemilikan narkoba dengan tersangka selebritas Vanessa Angel.

Vanessa Angel pada Kamis siang memenuhi panggilan untuk datang dalam rangka penyerahan barang bukti dan tersangka ke pihak kejaksaan sebelum disidangkan.

"Iya (Vanessa) masih di Kejaksaan. Ini penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepolisian," ujar Kasie Intel Kejari Jakarta Barat Edwin Beslar di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Polisi limpahkan kasus narkoba Vanessa Angel ke Kejaksaan

Edwin mengatakan kedatangan Vanessa bersama penasihat hukumnya sekaligus ingin mengajukan dirinya sebagai tahanan kota, dengan pertimbangan memiliki bayi.

Namun pihak Kejari Jakarta Barat belum memutuskan soal itu.

Baca juga: Jelang persalinan anak pertama, Vanessa Angel: Rasanya campur aduk

"Lagi mengajukan dengan mempertimbangkan punya anak kecil yang lagi menyusui, tetapi lagi menunggu itu," kata Edwin.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Ronaldo Maradona menyebut pihaknya telah melimpahkan berkas kasus Vanessa Angel.

"(Pelimpahan) tahap dua sejak pukul 12.00 WIB," kata Ronaldo.

Selebritas Vanessa Angel menjadi tahanan kota atas kasus kepemilikan psikotropika golongan IV, yakni xanax tanpa resep dokter.

Selebriti Vanessa Angel menjadi tahanan kota atas kasus kepemilikan psikotropika golongan IV, yakni 20 butir pil xanax tanpa resep dokter, pertengahan Maret 2020.

Baca juga: Vanessa Angel resmi jadi ibu

Dari hasil pemeriksaan para saksi diketahui resep pil xanax yang dimiliki Vanessa sudah kadaluwarsa sehingga menjadi alasan status tersangka Vanessa.

Namun Vanessa tidak ditahan, dan berstatus tahanan kota lantaran usia kehamilannya pada saat itu, serta wabah COVID-19. Sehingga, dia hanya dikenakan wajib lapor.

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar