Rejang Lebong siagakan sarana pendukung pemadaman karhutla

id karhutla rejang lebong,karhutla bengkulu,kebakaran hutan lahan

Arsip Foto. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Rejang Lebong memadamkan kebakaran lahan. (ANTARA)

Rejang Lebong (ANTARA) - Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu menyiagakan sarana pendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kita sudah menyiagakan mobil pemadam kebakaran, selang air panjang sekitar 600 meter, motor pemadam kebakaran dan tanki penyemprot, serta personel," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Rejang Lebong Sumardi di Rejang Lebong, Jumat.

Ia mengatakan bahwa dinas menyiagakan 12 mobil pemadam kebakaran. Perinciannya, tujuh mobil ditempatkan di Markas Komando Pemadam Kebakaran Rejang Lebong yang berada di Kota Curup dan lima mobil pemadam disiagakan di lima kecamatan di Rejang Lebong. Selain itu disiagakan pula empat motor pemadam dan satu tangki penyemprot.

"Untuk personel yang kita miliki saat ini sebanyak 130 orang. Jika ada kasus kebakaran hutan dan lahan kami siap membantu pemadaman walaupun ini penanganannya di bawah kendali BPBD," kata Sumardi.

Ia menjelaskan, beberapa wilayah kecamatan di Rejang Lebong sering menghadapi kebakaran hutan dan lahan, termasuk di antaranya Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kecamatan Kota Padang, serta Kecamatan Bermani Ulu.

"Saat memasuki musim kemarau ini kita juga mengantisipasi kasus kebakaran di permukiman," kata Sumardi.

Menurut dia, 75 persen kejadian kebakaran di kawasan permukiman terjadi akibat korsleting listrik sedangkan kebakaran hutan atau lahan umumnya terjadi karena pembersihan lahan dengan cara membakar.

Oleh karena itu Sumardi mengingatkan warga untuk meminimalkan risiko korsleting listrik di rumah dan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan melakukan pembakaran guna menghindari kemungkinan bencana kebakaran.

Baca juga:
Dalam sehari empat lahan di Rejang Lebong terbakar
Kebakaran nyaris habiskan hutan mahoni di TNKS Rejang Lebong

Pewarta : Nur Muhamad
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar