Saham China yang tercatat di AS jatuh saat Trump bidik WeChat, TikTok

id saham China,TikTok,WeChat,bursa AS

Dokumentasi - Logo JD.com terlihat di Konferensi Internet Dunia (WIC) di Wuzhen, provinsi Zhejiang, Cina, Minggu (20/10/2019). ANTARA/REUTERS/Aly Song/am.

New York (ANTARA) - Saham-saham perusahaan China yang tercatat di bursa AS jatuh pada Jumat (8/8), sehari setelah Presiden Donald Trump mengumumkan larangan transaksi-transaksi AS dengan pemilik aplikasi perpesanan WeChat yang berbasis di China dan aplikasi berbagi video TikTok, meningkatkan ketegangan antara kedua negara.

Perintah eksekutif akan efektif dalam 45 hari dan datang setelah pemerintahan Trump mengatakan minggu ini bahwa mereka meningkatkan upaya-upaya untuk membersihkan aplikasi China yang "tidak tepercaya" dari jaringan digital Amerika Serikat.

Tencent Holdings Ltd memiliki aplikasi WeChat yang populer, sedangkan ByteDance adalah pemilik aplikasi berbagi video pendek TikTok.

Saham perusahaan-perusahaan China yang tercatat di AS lainnya yang didukung oleh Tencent, termasuk JD.com, Huya Inc. dan Nio Inc. turun antara 0,5 persen dan 3,8 persen.

“(Ada) beberapa perusahaan dan kebijakan yang sangat spesifik disebutkan dan tampaknya seperti kalimat pepatah di pasir,” kata Eric Freedman, kepala investasi di U.S. Bank Wealth Management di Minneapolis.

Kementerian luar negeri China mengambil sikap keras terhadap perintah eksekutif tersebut, dengan mengatakan akan membela kepentingan bisnis China dan memperingatkan bahwa Amerika Serikat harus "menanggung konsekuensi" dari tindakannya.

Tencent telah berinvestasi di beberapa perusahaan China, Amerika dan Eropa, termasuk Tesla Inc dan pencipta “Call of Duty” Activision Blizzard Inc.

TikTok mendapat kecaman dari anggota parlemen AS atas masalah keamanan nasional seputar pengumpulan data.

“Jelas, ini adalah peningkatan besar dari ketegangan antara AS dan China yang dimulai dengan Huawei beberapa tahun lalu dan kini telah merambah aplikasi konsumen,” kata analis Wedbush, Dan Ives.

Aplikasi video populer itu mengatakan "dikejutkan" oleh perintah eksekutif dan menambahkan bahwa mereka akan mencari semua tindakan untuk "memastikan bahwa supremasi hukum tidak dikesampingkan."

Reuters pada Minggu melaporkan bahwa Trump telah memberi Microsoft Corp 45 hari untuk menyelesaikan pembelian operasi TikTok di Amerika Serikat.

 

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar