Sepekan, Perpres EBT hingga dorong peningkatan UMKM

id EBT,Deflasi,Pekerja,UMKM,COVID-19,kemarin

Suasana kawasan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), salah satu pembangkit bersumber dari energi baru dan terbarukan (EBT). ANTARA/HO-Humas PT PLN (Persero)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah pemberitaan sektor perekonomian menjadi perhatian pembaca dalam sepekan ini, mulai dari Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Energi Baru dan Terbarukan (EBT) hingga mendorong peningkatan pendapatan petani, nelayan, dan UMKM.

Simak berita selengkapnya:

1. Percepat EBT, pemerintah godok perpres sebagai terobosan regulasi

Pemerintah tengah menggodok rancangan peraturan presiden (perpres) yang akan mengatur harga listrik bersumber dari energi baru dan terbarukan (EBT).

Langkah tersebut sebagai terobosan kebijakan pemerintah untuk membangun kepercayaan investor menjalankan bisnis energi bersih tersebut melalui pengaturan skema harga yang kompetitif.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM FX Sutijastoto dalam pernyataannya yang dikutip di Jakarta, Minggu, mengatakan Rancangan Perpres EBT ini telah mendapat dukungan penuh dari para pengusaha terkait.

2. BPS: Deflasi Juli dipicu banyaknya harga pangan yang turun tajam

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat turunnya harga komoditas telah memicu terjadinya deflasi pada Juli 2020 sebesar 0,10 persen.

"Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga bawang merah, daging ayam ras, maupun tarif angkutan udara," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.

3. Airlangga pastikan skenario pemulihan ekonomi berlanjut hingga 2021

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan skenario pemulihan ekonomi yang disiapkan pemerintah akan berlanjut hingga 2021.

Airlangga dalam pidato kunci pada acara Rakernas BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa, mengatakan skenario itu disiapkan karena pandemi diperkirakan belum pulih dalam waktu dekat.

4. Pemerintah akan berikan Rp2,4 juta untuk pekerja bergaji Rp5 juta

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan pemerintah akan memberikan insentif bagi pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta per bulan berupa cash transfer sebesar Rp2,4 juta per orang.

“Pemberian insentif atau cash transfer ke pekerja yang penghasilannya Rp5 juta per bulan. Besarannya itu akan bergerak sekitar Rp2,4 juta per orang,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis.

5. Jokowi : Beli produk lokal, tingkatkan pendapatan petani nelayan UMKM

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk membeli produk pertanian, perikanan, dan serta produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam negeri daripada produk impor agar dapat meningkatkan pendapatan para petani, nelayan, dan para pelaku usaha kecil.

“Bukan hanya pada penguatan daya beli petani, nelayan dan UMKM, tapi akan menjadi mesin penggerak bagi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal ketiga 2020 ini,” kata Presiden secara virtual kepada peserta Kongres Luar Biasa Partai Gerindra, Sabtu.


Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar