AS catat rekor dengan 5 juta lebih kasus corona

id rekor kasus virus corona,AS, 5 juta lebih kasus,COVID-19

Sekelompok hadirin yang tidak membawa masker, mengenakan dan memakai masker yang disediakan oleh Gedung Putih saat menunggu konferensi pers oleh Presiden Donald Trump di resor golf miliknya di Bedminster, New Jersey, Amerika Serikat, Jumat (7/8/2020), di tengah pandemi virus corona (COVID-19) . REUTERS/Joshua Roberts/HP/djo

Washington (ANTARA) - Amerika Serikat mencatatkan rekor kasus virus corona pada Sabtu (8/8), dengan lebih dari lima juta kasus, menurut hitungan Reuters.

Sementara itu,  pejabat senior penyakit menular AS pekan ini memberikan harapan bahwa sebuah vaksin ampuh mungkin tersedia akhir tahun ini.

Dengan satu dari 66 warga yang terinfeksi, AS menjadi yang terparah dalam jumlah kasus COVID-19 di dunia, menurut analisis Reuters.

Negara itu mencatat lebih dari 160.000 kematian, hampir seperempat dari total kematian global.

Tonggak sejarah yang suram itu muncul ketika Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif, yang bertujuan menyediakan bantuan ekonomi bagi warga Amerika yang berimbas pandemi COVID-19, setelah Gedung Putih gagal mencapai mufakat dengan Kongres.

Pada Jumat (7/8), Departemen Ketenagakerjaan AS melaporkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja AS melambat secara signifikan pada Juli.

Keadaan itu menyoroti kebutuhan mendesak atas bantuan tambahan pemerintah.

Dr. Anthony Fauci pada Rabu (5/8) mengatakan kepada Reuters akan ada sediktnya satu vaksin yang efektif dan aman akhir tahun ini.

Namun, Trump memberikan pandangan yang lebih optimistis, dengan menyebutkanbahwa  AS akan mempunyai vaksin COVID-19 menjelang pilpres 3 November mendatang.

Sumber: Reuters

Baca juga: Satu orang meninggal setiap satu menit karena COVID-19 di AS

Baca juga: Amerika Latin catat jumlah kematian akibat COVID-19 tertinggi di dunia

Baca juga: AS cabut imbauan perjalanan global terkait COVID-19

 


Jakarta catatkan rekor penambahan jumlah kasus baru COVID-19


Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar