MTQ XII Banten digelar dengan protokol kesehatan ketat, sebut LPTQ

id MTQ Banten,XVII,2020,protokol kesehatan,covid-19

Panitia Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVII Tingkat Provinsi Banten tahun 2020, menyampaikan keterangan terkait pelaksanaan MTQ pada 10-15 Agustus 2020 di Masjid Raya Al-Bantani Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Kota Serang, Ahad (9/8/2020) .  (FOTO ANTARA/Mulyana)

Serang (ANTARA) - Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) menyatakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVII Tingkat Provinsi Banten pada 10-15 Agustus 2020 di Masjid Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Kota Serang digelar dengan protokol kesehatan COVID-19 dengan ketat.

"Pelaksanaan MTQ Banten 2020 dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Para peserta dan kafilah setiap kabupaten/kota dan masyarakat dapat menyaksikan MTQ kali ini secara langsung melalui kanal Youtube: LPTQ Provinsi Banten," kata Ketua Panitia MTQ XVII Tingkat Provinsi Banten Sholeh Hidayat di Serang, Ahad.

Ia mengatakan awalnya MTQ Tingkat Provinsi Banten tahun 2020 akan digelar di Kota Tangerang Selatan pada 23- 27 Maret 2020.

Namun, kata Sholeh, berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Gubernur dan LPTQ Banten dengan bupati/wali kota dan LPTQ kabupaten/kota pada tanggal 17 Maret 2020, mengingat pandemi COVID-19 belum melandai di Tangerang Selatan khususnya dan Tangerang Raya pada umumnya, maka pelaksanaan MTQ XVII ditunda sampai dengan waktu yang memungkinkan.

Setelah menunggu kurang lebih tiga bulan belum juga ada penurunan penyebaran COVID-19 yang signifikan, Wali Kota Tangerang Selatan berkirim surat kepada Gubernur Banten Nomor 451.14/18H/Kesra tertanggal 8 Juli 2020 menyatakan pengunduran diri sebagai tuan rumah MTQ XVII Tingkat Provinsi Banten.

“Atas dasar surat tersebut LPTQ Banten, ketua panitia dan Kepala Biro Kesra berkonsultasi dengan Gubernur terkait penyelenggaraan MTQ XVII Tingkat Provinsi Banten. Gubernur menyetujui MTQ XVII dilaksanakan oleh LPTQ Banten dengan memerhatikan protokol kesehatan,” katanya.

Sholeh Hidayat yang juga Ketua DKM Raya Al-Bantani ini mengatakan, MTQ XVII Tingkat Provinsi Banten kali ini mengangkat tema "MTQ XVII Tingkat Provinsi Banten Mewujudkan Generasi Qurani Menyongsong Banten yang Maju, Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera dan Berakhlakul Karimah".

"Tujuan MTQ yakni untuk mendapatkan kader-kader qurani, meningkatkan ukhwah Islamiyah, membumikan Al Quran, membangun silaturahim antara qari-qariah, hafidz-hafidzah, mufassir-mufassirah dan khot-khotttoh serta peserta cabang lainnya," katanya.

Ia mengatakan MTQ XVII menggunakan protokol kesehatan, antara lain setiap majelis hanya dihadiri dewan hakim, panitera dan offisial kabupaten/kota maksimal tiga orang.

Kemudian, kata dia, semua pihak dicek suhu badan pada saat masuk pintu Masjid Raya Al Bantani, mencuci tangan, wajib memakai masker, menjaga jarak, tidak berjabatan tangan secara langsung, dilarang merokok di arena musabaqah dan membawa alas masing-masing di setiap perlombaan.

Pembukaan akan dilaksanakan secara daring dihadiri gubernur, wakil gubernur, sekretaris daerah, Forkompimda, Ketua Harian LPTQ, Ketua Panitia MTQ, perwakilan dewan hakim.

Para peserta dan kafilah tiap kabupaten dan masyarakat dapat menyaksikan secara langsung secara daring melalui kanal Youtube LPTQ Provinsi Banten.

Adapun cabang-cabang yang dilombakan sebanyak 14 majelis cabang yaitu tilawah dewasa, qiro’at Al Quran, tilawah golongan remaja dan anak-anak, tilawah golongan cacat netra dan murattal, qiro’at murattal golongan dewasa dan remaja, tahfidz golongan I dan 5 juz serta tilawah.

Selanjutnya, tahfidz golongan 10 dan 20 juz, tahfidz 30 juz dan tafsir bahasa Arab, tafsir Bahasa Indonesia dan Inggris, fahmil Quran, syarhil Quran, khat Alquran, maqalah Al Quran, qiro’atul kutub golongan ula dan wustho, qiro’atul kutub golongan ‘ulya dadits 100 dan 500.

Plt Kepala Biro Kesra Pemprov Banten Toton Suriawinata menambahkan, Gubernur Banten Wahidin Halim berpesan agar pelaksanaan MTQ tahun ini menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19. Karena itu, panitia yang melibatkan unsur Satpol PP dan kepolisian akan mengawasi jalannya MTQ supaya protokol kesehatan berjalan dengan baik.

"Yang masuk arena Masjid Raya Albantani tidak hanya kafilah MTQ saja, juga ada masyarakat yang akan melaksanakan salat. Bagi yang tidak memakai masker, kami akan berikan masker untuk dipakai," katanya.

Baca juga: Antisipasi COVID-19, MTQ Banten bakal digelar tanpa libatkan massa

Baca juga: MTQ Banten di Tangerang Selatan diundur

Baca juga: Terapkan protokol, Kafilah Kota Tangerang gelar TC jelang MTQ Banten

 

Pewarta : Mulyana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar