Dolar AS coba pertahankan reli di perdagangan Asia

id indeks dolar,covid-19,stimulus ekonomi

Seratus dolar AS terlihat dalam ilustrasi gambar ini di Seoul. ANTARA/REUTERS/Lee Jae-Won/pri.

Sydney (ANTARA) - Dolar AS mencoba untuk mempertahankan reli yang jarang di perdagangan Asia pada Senin, ketika penurunan terpanjangnya dalam satu dekade membuat sebagian besar pasar secara struktural kekurangan mata uang tersebut dan rentan terhadap tekanan pada berita positif apa pun.

Penurunan dikejutkan oleh laporan penggajian yang lebih baik pada Jumat (7/8/2020), yang mendorong imbal hasil surat utang AS lebih tinggi ke dalam penjualan besar-besaran 112 miliar dolar AS minggu lalu. Namun dolar masih berakhir melemah selama tujuh minggu berturut-turut.

“Portofolio kami telah menyesuaikan posisi selama beberapa minggu, sekarang untuk dolar yang sedikit lebih lemah sebagai konsekuensi dari lonjakan infeksi COVID-19 di AS yang telah membuka kesenjangan lumayan dalam kinerja ekonomi jangka pendek, terutama terhadap Eropa," kata analis di JPMorgan dalam sebuah catatan.

"Posisi-posisi kami telah terkonsentrasi di blok euro, yang juga mencerminkan perbaikan struktural dalam kerangka kebijakan Eropa menyusul kesepakatan atas dana pemulihan."

Euro bertahan di 1,773 dolar pada Senin pagi, setelah mencapai tertinggi dua tahun di 1,1915 dolar minggu lalu, yang sekarang bertindak sebagai resistensi utama. Dukungan datang di kisaran 1,1755-1,1694 dolar.

Volume transaksi ringan karena pasar Tokyo libur dan ketidakpastian yang cukup besar tentang apakah pembuat kebijakan AS dapat menyetujui paket baru dukungan fiskal untuk ekonomi yang dilanda virus.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada Minggu (9/8/2020) mengatakan mereka terbuka untuk memulai kembali pembicaraan bantuan COVID-19, setelah Presiden Donald Trump mengambil tindakan eksekutif tentang tunjangan pengangguran.

Terhadap sekeranjang mata uang, dolar sedikit menguat di 93,434 dan sedikit berada di atas palung (terendah) dua tahun.

Dolar sedikit lebih stabil terhadap yen di 105,89, jauh di atas terendah baru-baru ini di 104,17 tetapi menghadapi resistensi kuat di 106,46.

Investor waspada terhadap gejolak baru dalam ketegangan China-AS dengan pembicaraan perdagangan yang dijadwalkan pada 15 Agustus, bahkan ketika Washington memberlakukan sanksi terhadap para pejabat senior Hong Kong dan China.

Setiap gangguan dalam pembicaraan akan cenderung menguntungkan dolar, dan safe-haven franc Swiss, dengan mengorbankan yen Jepang dan mata uang komoditas seperti dolar Australia.

Di sisi data, AS akan merilis data harga konsumen pada Rabu (12/8/2020) dan penjualan ritel pada Jumat (14/8/2020), yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan dalam pengeluaran meskipun dihadapkan pada putaran terakhir pembatasan sosial yang menghapus beberapa penguatan perekonomian.

Sejumlah angka China akan dirilis minggu ini, diperkirakan akan menunjukkan pemulihan yang berkelanjutan, sementara data produksi UE juga diharapkan akan menyenangkan.

Baca juga: Dolar melambung, ditopang data pekerjaan di AS
Baca juga: Kurs dolar AS naik tipis setelah sentuh terendah dua tahun


 

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar