Pemerintah bakal lanjutkan KUR tanpa bunga untuk ibu rumah tangga

id kur,kredit usaha rakyat,umkm,pemulihan ekonomi

Ilusrasi: Presiden Joko Widodo (tengah) berpidato di sela acara pemberian bantuan modal kerja kepada pedagang kecil yang terdampak COVID-19 di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Presiden memberikan bantuan sebesar Rp2,4 juta kepada masing-masing pedagang. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berencana melanjutkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa bunga kepada ibu rumah tangga atau korban pemutusan hubungan kerja hingga tahun 2021.

“Mereka diberikan subsidi bunga nol persen sampai akhir tahun ini dan itu mungkin juga dilanjutkan sampai tahun depan,” kata Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan COVID-19 dan PEN Raden Pardede dalam diskusi daring di Jakarta, Senin.

Menurut dia, pinjaman kepada ibu rumah tangga tanpa bunga itu merupakan bagian dari perluasan KUR untuk meningkatkan akses keuangan kepada pelaku usaha mikro.

Baca juga: Pemerintah perluas target penerima KUR percepat pemulihan ekonomi

Dalam upaya pemulihan ekonomi nasional untuk UMKM, pemertintah juga merancang bantuan produktif tunai kepada 12 juta UMKM dengan anggaran Rp30 triliun.

“Mereka diberikan bantuan cash secara masif untuk 12 juta (usaha mikro), sekarang lagi di-cleaning datanya,” imbuh Raden Pardede.

Pemerintah, kata dia, membuat program yang membantu UMKM dan dunia usaha, termasuk program padat karya.

“Intinya bagaimana kita ciptakan lapangan kerja supaya saudara kita yang kehilangan pekerjaan sebagian bisa ditampung di program padat kerja ada di pertanian, di desa dan program PUPR, Kemenhub,” kata Raden Pardede.

Baca juga: Presiden serahkan bantuan modal kerja untuk usaha mikro dan kecil

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat realisasi penyaluran KUR periode Januari-Juni 2020 mencapai Rp76,2 triliun atau 40,1 persen dari target tahun 2020 sebesar Rp190 triliun yang diterima oleh 2,2 juta debitur.

Selain bantuan UMKM itu, lanjut dia, pemerintah juga membuat program yang membantu masyarakat paling terdampak dengan diberikan bantuan sosial dilanjutkan sampai Desember 2020.

“Supaya mereka masih bisa membeli barang utamanya untuk kehidupan mereka,” katanya.

Baca juga: Pemerintah perkirakan realisasi KUR 2020 capai Rp160 triliun

Baca juga: Pemerintah cabut pembatasan penyaluran KUR sektor perdagangan


 


Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar