Kecelakaan Tol Cipali, 15 korban selamat dirawat di RS Mitra Plumbon

id Laka lantas Tol Cipali

Dirgakkum Korlantas Mabes Polri Brigjen Pol Kushariyanto. (ANTARA/Khaerul Izan)

Cirebon (ANTARA) - Sebanyak 15 korban yang selamat dalam kecelakaan maut di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 184.300 dirawat di RS Mitra Plumbon, Cirebon, Jawa Barat.

"Ada 15 orang yang masih dalam perawatan di RS Mitra Plumbon," kata Dirgakkum Korlantas Mabes Polri Brigjen Pol Kushariyanto di Cirebon, Senin.

Kecelakaan maut di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 184.300 yang melibatkan micro bus Elf dan mobil Toyota Rush pada Senin (10/8) pukul 03.30 WIB menewaskan delapan orang.

Baca juga: Polisi: mayoritas penumpang Elf tidur saat kecelakaan di Tol Cipali
Baca juga: Berikut identitas delapan korban tewas dalam kecelakaan di Tol Cipali
Baca juga: Kronologi kecelakaan Tol Cipali KM 184 tewaskan delapan orang
Baca juga: Kapolda: Kecelakaan Tol Cipali akibatkan delapan orang meninggal dunia


Dia mengatakan untuk kondisi para korban ada yang mengalami luka berat dan luka ringan. Korban yang luka ringan ada yang sudah bisa berkomunikasi dengan baik.

"Ada juga korban yang hanya luka lecet saja dan sudah bisa berkomunikasi dengan baik," tuturnya.

Sementara itu, 15 korban yang selamat dari kecelakaan maut di Tol Cikopo-Palimanan KM 184.300.

Korban selamat yaitu Mahendra (28) alamat Karangsembung RT 03/RW 05, Kebumen, Jawa Tengah. Sutinah (50) alamat Kelurahan Pedes Lohor RT 10/RW 03 Kecamatan Jatibarang, Brebes.

Sahudin (49) alamat Desa Cipinang Muara, RT 06/RW01 Brebes, Lilis (28) alamat Kebumen, Jateng. Muzafar (12) alamat Pedes Lohor RT 10/RW 03 Jatibarang, Brebes.

Kemudian Abdul Haris (27) alamat Desa Tegaluwung, Kecamatan Jatibarang, Brebes. Mia (46) alamat Griya Serdang Indah Blok B20 Kelurahan Margatani, Kecamatan Kramat Watu, Kabupaten Serang.

Akbar Rizki Piandika (11) alamat Kebumen, Jateng. Sugeng Rawuh (31) alamat Pedes Lohor RT 10/RW 03 Jatibarang, Brebes.

"Selanjutnya yaitu Maruli (31), Iksan, Sukarti, Akbar, Ngadino dan Mahendra," katanya.
 

Pewarta : Khaerul Izan
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar