Raphael ubah bentuk hidungnya dalam potret diri

id Lukisan, seni lukis, lukisan raphael

Raphael ubah bentuk hidungnya dalam potret diri

Potret diri maestro Renaissance, Raphael, yang dipamerkan dalam rangka memperingati 500 tahun kematiannya. Gambar ini merupakan tangkapan layar video yang dipertunjukkan di Scuderie del Quirinale di Roma, Italia pada 4 Maret, 2020. (ANTARA/Reuters/Cristiano Corvino)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah ilmuwan dari Universitas Roma menduga pelukis legendaris Raphael telah mengubah bentuk hidungnya dengan versi yang dianggap ideal dalam potret dirinya yang terkenal.

Hal itu disimpulkan para ilmuwan yang menghasilkan rekonstruksi komputer 3D dari wajah "Master Renaisans" itu berdasarkan tengkorak yang diduga merupakan tengkorak Raphael yang ditemukan pada tahun 1833.

“Dia benar-benar membuat hidungnya terlihat lebih halus,” kata Profesor Mattia Falconi, seorang ahli biologi molekuler di kampus Universitas Tor Vergata seperti dikutip dari Reuters, Selasa.

Baca juga: Karya Van Gogh bisa disaksikan di museum dari dalam mobil

Baca juga: Lukisan Van Gogh dicuri dari museum Belanda yang ditutup karena corona


Sementara hidung asli Raphael berdasarkan hasil rekonstruksi 3D tampak lebih menonjol.

Raphael membuat potret dirinya sekitar 15 tahun sebelum meninggal. Dalam lukisan itu dia membuat wajahnya tampak bersih tanpa kumis atau janggut.

Raphael meninggal di Roma pada tahun 1520 dalam usia 37 tahun, kemungkinan karena pneumonia, dan dimakamkan di Pantheon Roma.

Potret diri Raphael yang terkenal itu, biasanya digantung di galeri Uffizi Florence tetapi saat ini berada di Roma untuk pameran sebagai tanda peringatan 500 tahun kematiannya.

Falconi, bersama antropolog forensik dan ahli lainnya, merekonstruksi wajah dengan teknik pelapisan jaringan yang digunakan oleh penyelidik kejahatan. Hasilnya adalah wajah yang mirip dengan Raphael pada ukiran karya Marcantonio Raimondi, salah satu muridnya.

“Ketika kami selesai, saya berkata pada diri sendiri 'Saya pernah melihat wajah itu sebelumnya,'” ujar Falconi.

Kesamaan lainnya adalah dengan lukisan "Potrait of a Man" yang dilukis antara tahun 1512 dan 1515 oleh Sebastiano del Piombo, salah satu saingan Raphael kala itu yang menganut aliran seni lukis kontemporer.

Selama berabad-abad telah ada spekulasi bahwa tulang-tulang yang digali pada tahun 1833 dan dikuburkan kembali di ruang bawah tanah yang ditata ulang mungkin bukan milik Raphael karena beberapa muridnya kemudian dimakamkan di dekatnya.

Tetapi Falconi yakin penelitian tersebut menunjukkan kemungkinan sekitar 85 persen bahwa tengkorak itu adalah tengkorak Raphael karena kemiripan dengan sebagian besar wajah artis yang digambarkan oleh sang maestro dan orang-orang di zamannya.

Baca juga: Pameran lukisan wayang di Museu do Oriente Portugal

Baca juga: Kerangka Monalisa masih misteri

Baca juga: "Mona Lisa" Nigeria dipamerkan di kampung halaman sejak ditemukan

Pewarta : Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar