Polisi tangkap pria penusuk pengguna warnet di Kebon Singkong Jaktim

id pembunuhan, Wing Wiryawan, Jaktim, Polsek Diren Sawit

Ilustrasi - Pembunuhan. (ist)

Jakarta (ANTARA) - Polisi  menangkap seorang pria  diduga pelaku penusukan terhadap  Wing Wiryawan (31) pengguna warnet di Kebon Singkong, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur hingga tewas pada Kamis (13/8).

"Kemarin ditangkapnya, Jumat (15/8)," kata Kapolsek Duren Sawit Kompol Agus Sumarno di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Seorang pria dibunuh di warnet Duren Sawit

Namun Agus belum memberikan kepastian apakah pelaku ditangkap oleh petugas kepolisian atau menyerahkan diri.

"Yang bersangkutan sedang ditangani Reskrim Polrestro Jaktim," ujarnya.

Dikatakan Agus penyidik belum mengetahui motif dari pembunuhan tersebut.

Baca juga: Satpol PP Jakbar merazia pelajar

"Justu itu belum tahu, belum ngaku dia. Masih kita selidiki," ujarnya.

Wing Wiryawan (31)  tewas dibunuh  oleh seorang pria pengunjung warnet di kawasan Kebon Singkong RT 08 RW 02 Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, sekitar pukul 05.30 WIB.

Wing tewas dengan luka tusukan di bagian punggung kiri dan kanan usai terlibat pertikaian dengan pelaku.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dilaporkan, bahwa korban, saksi dan pelaku sedang menggunakan fasilitas warnet di TKP.

Baca juga: Satpol PP Garut tangkap anak-anak di sejumlah warnet antisipasi Corona

"Tiba-tiba korban langsung ditusuk oleh pelaku pada bagian punggung kiri dan kanan. Saat itu korban kesakitan dan memegang paha saksi," katanya.

Saat saksi berniat menolong korban, kata Agus, pelaku seorang pria berinisial IC (34) langsung berdiri dan mengambil senjata tajam untuk membacok saksi.

Namun sabetan benda tajam itu mengarah ke bagian lengan kanan saksi. Setelah itu pelaku langsung melarikan diri.

"Akhirnya korban dibantu warga membawa Wing ke Rumah Sakit Jayakarta. Saat dirujuk ke Rumah Sakit Antam, korban tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia," kata Agus.

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar