Kementerian PUPR bedah 279 rumah di Teluk Bintuni Papua Barat

id bsps,bedah rumah,kabupaten teluk bintuni,papua barat,kementerian pupr

Salah satu rumah yang telah dibedah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). ANTARA/HO-Dokumentasi Ditjen Perumahan Kementerian PUPR

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyalurkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau kerap disebut bedah rumah terhadap 279 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

"Alokasi anggaran bantuan program BSPS yang diberikan untuk Kabupaten Bintuni sebesar Rp5,85 miliar," kata Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Papua II Yance Pabisa dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Yance menerangkan setiap rumah tidak layak huni (RTLH) tersebut akan mendapatkan bantuan sebesar Rp21 juta per unitnya.

Dengan demikian, lanjutnya, maka masyarakat dapat memanfaatkan bantuan tersebut guna meningkatkan kualitas rumahnya menjadi lebih layak huni.

Ia memaparkan pelaksanaan program BSPS di Kabupaten Teluk Bintuni tersebut tersebar di dua distrik yakni Distrik Manimeri dan Distrik Bintuni.

Untuk Distrik Manimeri ada sebanyak lima kampung antara lain Botai 14 unit, Atibo 11 unit, Waraitama 36 unit, Pasamai 20 unit dan Titibo 17 unit.

Sedangkan di Distrik Bintuni ada enam kampung diantaranya Awaba 40 unit, Hokut 16 unit, Beimes 9 unit, Argosire merai 51 unit, Bintuni Barat 45 unit dan Kampung Lama 20 unit.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Papua Barat, Phiter Pakabu menerangkan bantuan Program BSPS digunakan untuk modal belanja material dan upah tukang dan tidak di berikan secara tunai kepada penerima bantuan.

Salah seorang penerima bantuan BSPS dari Kampung Awaba, Distrik Bintuni, Henok Yabar mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kementerian PUPR yang memberikan bantuan kepada masyarakat di berbagai pelosok termasuk di Papua Barat.

"Saya mewakili warga dan rekan-rekan dari seluruh kampung berharap agar Kementerian PUPR tidak berhenti memberikan dukungan kepada kami dalam bentuk program bedah rumah. Kami juga butuh rumah yang layak huni untuk keluarga," kata Henok.

Baca juga: Pemprov Kaltara-Baznas Tarakan sinergikan program bedah rumah
Baca juga: Kementerian PUPR: 21.915 rumah di Papua jalani program bedah rumah
Baca juga: Program bedah rumah PUPR serap 231.186 tenaga kerja

Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar