Hutan kampung di Kota Bogor berpotensi jadi objek wisata baru

id objek wisata bogor,hutan kampung,kota bogor,bima arya

Hutan kampung Taman Yasmin di RW 14 Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. (ANTARA/HO/Pemkot Bogor)

Bogor (ANTARA) - Hutan kampung di Taman Yasmin Kota Bogor seluas sekitar 1,4 hektare dinilai sebagai kawasan terbuka dan memiliki potensi sebagai salah sarana olahraga, wisata lokal, maupun lokasi berkebun sayur bagi warga setempat.

"Hutan kampung ini bisa menjadi bagian dari paru-paru Kota Bogor dan bisa dimanfaatkan untuk olahraga, apalagi setelah disediakan fasilitas jogging track," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto saat mengunjungi hutan kampung tersebut dan meresmikannya, di Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Hutan kampung tersebut berada di Sektor I Perumahan Taman Yasmin atau di RW 14 Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Baca juga: Bogor diajak promosi pariwisata, investasi, dan bisnis di Kanada

Di lokasi hutan kampung itu banyak ditumbuhi pohon-pohon besar dengan jarak satu sama lain yang tertata. Di lokasi hutan kampung tersebut, juga dimanfaatkan oleh warga setempat untuk bertanam sayur-sayuran serta membuat empang ikan.

"Hutan kampung ini bisa menjadi tempat rekreasi warga setempat dan ada juga yang dimanfaatkan untuk bertanam sayur. Sayurannya, bisa dikonsumsi sendiri maupun dijual," katanya.

Apalagi pada situasi pandemi COVID-19 saat ini, kata dia, warga lebih menyukai lingkungan terbuka di sekitar tempat tinggalnya.

Ia berharap hutan kampung ini bisa diberdayakan menjadi kawasan yang memberikan manfaat bagi warga setempat maupun warga lainnya di Kota Bogor. "Hutan kampung ini adalah kawan hijau yang ditata menjadi hutan lokal yang bersih dan terawat," katanya.

Baca juga: Pengamat nilai Bogor miliki modal potensial di bidang pariwisata

Sementara itu Ketua RW 14 Kelurahan Cilendek Barat, Kota Bogor, Gunawan Wibisono, mengatakan, hutan kampung seluas sekitar 1,4 hektare tersebut semula adalah kawasan terbuka yang tidak terawat selama 18 tahun. "Kawasan ini semula banyak ditumbuhi semak-semak," katanya.

Menurut dia, warga setempat bermusyawarah dan sepakat untuk menata kawasan tersebut menjadi hutan kampung yang dapat dimanfaatkan. "Kami berkoordinasi dengan lurah dan camat untuk menata kawasan ini, tanpa menebang pohon yang ada," katanya.

Gunawan menjelaskan warga menata lokasi tersebut selama empat bulan sehingga menjadi hutan kampung seperti saat ini. "Di lokasi ini, sekarang ada jogging track dan ruang yang bisa digunakan warga untuk kegiatan outdoor," katanya.

Baca juga: Menparekraf gali potensi selain lima pariwisata superprioritas

 

Pewarta : Riza Harahap
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar