10 ABK ditemukan selamat setelah kapal alami kerusakan mesin di laut

id 10 ABK Kapal Perintis, ditemukan selamat, setelah kapal alami kerusakan mesin, di laut

10 ABK ditemukan selamat setelah kapal alami kerusakan mesin di laut

Kapal Motor Perintis Maju yang ditarik oleh kapal nelayan di Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2020). (ANTARA/HO-Kades Parang)

Jepara (ANTARA) - Sebanyak 10 anak buah kapal (ABK) Kapal Motor Perintis Maju yang hendak melaut untuk menangkap cumi ditemukan di Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dalam kondisi selamat, setelah mesin kapal mati dan terombang-ambing selama beberapa hari di laut.

"KM Perintis Maju tersebut, berangkat dari Pelabuhan Tegal untuk mencari cumi pada 11 Agustus 2020 pukul 23.00 WIB," kata Kepala Desa Parang Muh Zaenal Arifin di Jepara, Kamis.

Setelah menempuh perjalanan di laut, kata dia, tiba-tiba mesin kapal induk mati, kemudian kapal hanyut mengikuti arus air.

Kapal yang mengangkut 10 ABK tersebut, kemudian terdampar di karang selatan Pulau Nyamuk, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara pada Kamis (20/8) pada pukul 00.25 WIB.

Salah satu ABK, kata dia, mengabarkan kondisinya itu kepada temannya dan memberikan informasi ke salah satu warga Desa Parang, Kecamatan Karimunjawa, Jepara.

Atas informasi tersebut, kemudian diteruskan kepada warga yang lain untuk dilakukan pencarian kapal yang mesinnya mati tersebut.

"10 ABK ditemukan pada pukul 07.30 WIB dalam kondisi selamat dan tidak ada yang cedera," ujarnya.

Kemudian, kata dia, ABK tersebut dibawa ke Desa Parang, sedangkan kapalnya ditarik hingga ke Pelabuhan Desa Parang pada pukul 11.23 WIB.

Ia mengungkapkan para ABK tersebut sebagian besar berasal dari Indramayu dan dua orang dari Cirebon, Jawa Barat.

Baca juga: Satu lagi korban kecelakaan kapal di Kupang ditemukan meninggal

Baca juga: Kapal pencari ikan karam di Rokan Hilir Riau, dua nelayan hilang

Baca juga: KSOP: KM Bahari Indonesia terbakar sebelum memasuki perairan Belitung

Baca juga: Tiga personel Polairud korban kecelakaan laut masih dalam pencarian

Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar