Payakumbuh tambah enam positif COVID-19

id berita payakumbuh,berita sumbar,covid-19, pasien positif

Payakumbuh tambah enam positif COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Payakumbuh Bakhrizal. ANTARA/HO

Payakumbuh, Sumbar (ANTARA) - Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat kembali mendapatkan penambahan enam kasus positif COVID-19 yang dua diantaranya merupakan warga Kabupaten Limapuluh Kota.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bakhrizal di Payakumbuh, Jumat mengatakan enam kasus tersebut yakni NM (33) yang merupakan aparat sipil negara (ASN) di Sekretariat Daerah Pemkot Payakumbuh, kontak dengan tamu dari Jakarta.

Baca juga: Seorang dokter di RSUD Meulaboh positif COVID-19

Selanjutnya ada RSP (39) warga Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo Kecamatan Payakumbuh Utara, kemudian AFA (8) anak dari RSP, dan RZA (20) adik dari RSP.

"Ketiga kasus positif ini merupakan warga yang pernah kontak dengan pasien positif sebelumnya yang bekerja di kantin Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adnaan WD," tambah dia.

Baca juga: Sulut alami penambahan 65 kasus positif COVID-19

Sedangkan untuk dua kasus lain merupakan warga Limapuluh Kota yang melakukan tes usap di RSUD Adnaan WD, dengan inisial YS (46) warga Taeh Baruah Kecamatan Payakumbuh dan MY (70) warga Situjuah Banda Dalam Kecamatan Situjuah Limo Nagari.

"Jadi kasus positif yang merawat menjadi total 11," sebutnya.

Baca juga: Sudah 500 pasien COVID-19 di Mimika dinyatakan sembuh

Terkait meninggalnya salah satu Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Payakumbuh berinisial M (59) yang dikabarkan karena COVID-19, Bakhrizal menyampaikan bahwa yang bersangkutan tercatat sebagai kasus Kota Padang.

"Beliau awalnya dirawat di Semen Padang Hospital karena penyakit Lambung. Tapi ketika dilakukan tes usap, beliau didapati positif COVID-19," kata dia.

Saat ini, lanjut dia istri dari yang bersangkutan juga dinyatakan positif COVID-19 dan juga termasuk ke kasus Kota Padang.

Dengan meningkatnya jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Payakumbuh, sambungnya juga membuat pemerintah daerah berencana untuk kembali melakukan pengetatan.

"Kemungkinan akan mengurangi keramaian, izin keramaian akan dibahas kembali. Kegiatan yang melibatkan banyak orang kemungkinan bakal ditunda," ujarnya.

Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar