WhatsApp rilis dua versi beta baru, apa yang baru?

id whatsapp,pembaruan,aplikasi

WhatsApp. (ANTARA/WhatsApp)

Jakarta (ANTARA) - WhatsApp, layanan perpesanan milik Facebook, baru-baru ini merilis dua versi beta baru di Google Play dalam jeda waktu yang tidak lama, hanya sehari saja, dan menawarkan kepada pengguna untuk mencoba sejumlah fitur baru.

Pada 21 Agustus lalu, WhatsApp merilis pembaruan baru melalui Google Play Beta Program untuk versi 2.20.198.9.

Dalam pembaruan itu, WhatsApp membawa beberapa perubahan, yakni tombol pintas Camera yang dihadirkan kembali (sebelumnya digantikan dengan Rooms).

Selain menghadirkan kembali shortcut Camera, dalam pembaruan tersebut WhatsApp juga membawa ikon-ikon baru untuk semua tombol pintas.

Baca juga: WhatsApp gandeng UKM Indonesia latih ribuan UMKM selama pandemi

Baca juga: Kasus peretasan WhatsApp vs NSO Israel lanjut ke meja hijau
Tombol pintas kamera pada pembaruan versi beta WhatsApp yang dihadirkan kembali menggantikan Rooms. (ANTARA/WaBetaInfo)


Kemudian pada 22 Agustus, WhatsApp merilis versi beta baru yakni 2.20.198.11. Dalam pembaruan terakhir ini, WhatsApp menambahkan fitur nada dering (ringtone) baru untuk Group, menurut WaBetaInfo dalam laporannya, dikutip Minggu.

Dengan menginstal versi terbaru, pengguna bisa mendengarkan nada dering baru ketika ada panggilan telepon Group. Selain nada dering, versi ini juga menghadirkan sticker animasi baru yang bergerak (looping) hingga 8 kali, sedangkan pada versi sebelumnya hanya looping beberapa kali saja.

WhatsApp juga belakangan bekerja untuk meningkatkan antarmuka pengguna (user interface) untuk menelpon, dengan memindahkan semua tombol ke bagian bawah layar ketika pengguna melakukan panggilan telepon.

Demikian beberapa pembaruan yang sedang dikerjakan WhatsApp, dengan versi non beta mendatang mungkin akan menawarkan banyak perubahan atau fitur baru.

Sebelumnya, pada 3 Agustus, WhatsApp menguji coba cara sederhana untuk memeriksa kembali pesan-pesan dengan mengetuk tombol kaca pembesar di chat.

Fitur Search the Web ini menyediakan cara sederhana untuk menelusuri pesan yang telah diteruskan berkali-kali dapat membantu orang menemukan hasil berita atau sumber informasi lain tentang konten yang telah mereka terima.

Fitur ini bekerja dengan memungkinkan pengguna mengunggah pesan melalui browser mereka tanpa WhatsApp pernah melihat pesan itu sendiri.

Fitur penelusuran di web itu sudah diluncurkan di Brasil, Italia, Irlandia, Meksiko, Spanyol, Inggris, dan AS untuk versi terbaru WhatsApp untuk Android, iOS, dan WhatsApp Web.

Baca juga: Ide mengisi "long weekend" dengan WhatsApp

Baca juga: WhatsApp segera bisa dijalankan di beberapa perangkat bersamaan

Baca juga: WhatsApp siapkan fitur "mute" selamanya

Pewarta : Suryanto
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar