Kebakaran pasar-permukiman di Makassar, 111 rumah terbakar, 1 korban

id Kebakaran di Makassar, dua lokasi, pasar senggol, pasar sambungjawa, satu meninggal, belakang pasar pannampu, damkar, 111 rumah terbakar, kota Makassa

Sejumlah tim pemadam kebakaran berusaha memadamkan api saat terjadi kebakaran di Pasar Senggol, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/8/2020) malam. (ANTARA/HO/Dokumentasi Idris)

Makassar (ANTARA) - Kebakaran hebat terjadi lagi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam 24 jam terakhir, yaitu pada dua lokasi berbeda, satu di pasar tradisional dan permukiman padat penduduk di belakang Pasar Pannampu, sehingga menghanguskan seratusan rumah dan kios pedagang di pasar setempat dan mengakibatkan satu orang dinyatakan meninggal dunia.

Data Dinas Kebakaran Makassar diterima, Minggu, menyebutkan pasar yang terbakar tersebut adalah pasar tradisional Sambung Jawa dikenal dengan Pasar Senggol, dan permukiman di belakang Pasar Pannampu.

Musibah ini hanya berselang beberapa jam, dan jumlah kerugian total dari dua lokasi sebanyak 111 unit rumah dan kios.

Kebakaran di Pasar Senggol, Jalan Cenderawasih, Lorong 10, Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mariso terjadi pada Sabtu (22/8) malam. Kejadian pukul 23.00 WITA. Objek yang terbakar sebanyak 36 rumah, dihuni 47 kepala keluarga dengan total 156 jiwa.

Jumlah armada pemadam yang diturunkan sebanyak 21 unit, dan api berhasil dikuasai pada pukul 01.00 WITA. Peristiwa ini mengakibatkan satu orang dilaporkan meninggal dunia diketahui bernama H Anwar, dan dua orang mengalami luka-luka dampak dari kebakaran tersebut.

"Satu orang meninggal dunia karena mengalami sesak napas dan meninggal di Rumah Sakit Bayangkara serta dua orang luka ringan. Korban diduga menghirup asap pekat lalu pingsan saat berusaha menyelamatkan barang-barangnya," kata Kepala Bidang Operasi Damkar Makassar Hasanuddin.

Dugaan penyebab kebakaran di Pasar Senggol masih dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, sementara lokasi kejadian dipasangi garis polisi untuk pengembangan kasus.
Baca juga: Kebakaran di Makassar tewaskan lima orang
 
Suasana permukiman penduduk di Jalan Indah Raya, belakang Pasar Pannampu usai pemadaman api saat kebakaran di lokasi setempat, di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/8/2020) malam. (ANTARA/HO/DokumeNtasi Damkar Makassar)


Sedangkan peristiwa kebakaran kedua terjadi di belakang pasar tradisional Pannampu, Jalan Indah Raya, Kelurahan Pannampu, RT RW/005/006, Kecamatan Tallo. Kejadian Minggu, sekitar pukul 05.30 WITA dan menghanguskan 75 unit rumah, dihuni 125 KK dengan 490 jiwa. Api berhasil dipadamkan dua jam kemudian.

Data Babinkamtibmas Kelurahan Pannampu Bripka Aswar Sese menyebutkan, hasil assessment sementara dari pihak kelurahan dan kepolisian setempat, terhitung ada 115 unit rumah yang dilalap si jago merah dihuni 125 KK.

"Kejadian subuh tadi, di salah satu rumah warga. Informasi diperoleh dari warga ada dua, diduga karena disebabkan kompor gas ditinggal saat memasak dan korsleting listrik atau arus pendek. Kejadian ini masih dalam proses penyelidikan polisi," kata Aswar.

Lurah Kelurahan Pannampu Abdul Muis pun membenarkan dari jumlah 115 rumah yang terdampak kebakaran, sebanyak 75 rumah di antaranya sudah hangus terbakar.

"Data sementara ada 75 rumah terbakar, dan 16 rumah rusak parah. Tidak ada korban jiwa, tapi untuk kerugian materiil ditaksir miliaran rupiah," ujarnya pula.

Salah seorang saksi, Bara mengatakan, sumber api berasal dari salah satu rumah panggung berbahan kayu milik warga diketahui bernama Lina Sangalla. Api kemudian membesar dan menjalar ke beberapa rumah di sampingnya, mengingat permukiman tersebut padat penduduk.

"Api tadi dari situ, lalu menyebar dengan cepat membakar rumah di sampingnya lalu semua terbakar begitu cepat," ujar Bara.

Saat ini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi. Dugaan sementara akibat korsleting listrik dan kompor gas karena kelalaian dari salah satu rumah warga.
Baca juga: 17 rumah hangus terbakar di Makassar

Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar