Calon mahasiswa penerima beasiswa Pemprov Jatim ujian kitab kuning

id seleksi baca kitab kuning,seleksi penerima beasiswa pendidikan,beasiswa pemprov jatim ,baca kitab kuning ,seleksi iai tribakti kediri ,kota kediri ,pe

Calon mahasiswa penerima beasiswa Pemprov Jatim ujian kitab kuning

Sejumlah calon penerima beasiswa ikut ujian membaca kitab kuning, Fathul Qorib di Kampus Institut Agama Islam Tribakti (IAI-Tribakti)​​​​​​​ Kediri, Jawa Timur, Minggu (23/8/2020). Jika lolos, mereka akan mendapatkan beasiswa pendidikan. ANTARA Jatim/ istimewa

Kediri (ANTARA) - Puluhan calon mahasiswa penerima beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengikuti tes membaca kitab kuning Fathul Qorib di Kampus Institut Agama Islam Tribakti (IAI-Tribakti) Kediri.

"Pendaftar ada kurang lebih 40 orang dan seleksi pertama lolos 34 orang," kata Wakil Rektor II Institut Agama Islam Tribakti Jauhar Fuad di Kediri, Minggu.

Ia mengungkapkan dari 34 peserta yang lolos ujian membaca kitab Fathul Qorib tersebut, sebanyak 30 orang nantinya akan mendapatkan beasiswa pendidikan 100 persen.

Baca juga: Kuota penerima KIP-K di Jatim 2020 sebanyak 6.891 mahasiswa

Pihaknya juga memberikan apresiasi program Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut untuk memajukan dunia pendidikan khususnya pesantren. Para santri selain bisa menimba ilmu tentang agama, juga bisa menempuh pendidikan di kampus, terlebih lagi mendapatkan beasiswa pendidikan.

Program pemberian beasiswa ini juga mendukung peningkatan kualifikasi akademik guru madrasah diniyah di Jawa Timur. Pesertanya dari berbagai macam unsur namun rata-rata diikuti oleh para santri baik putra maupun putri.

Program tersebut diselenggarakan oleh Pemprov Jatim bekerja sama dengan perguruan tinggi yang sekaligus mengelola pesantren dan dilaksanakan oleh Lembaga Penyelenggara Pendidikan Diniyah (LPPD).

Baca juga: Gubernur Jatim: Laporkan jika SMA/SMK negeri tarik SPP

"Program ini untuk meningkatkan kualifikasi akademik guru madrasah diniyah di Jawa Timur dengan ujian membaca kitab ini dan ini untuk meningkatkan kualifikasi guru," ujar dia.

Pihaknya menambahkan perlunya membangun kesepahaman dalam menyiapkan program pendidikan untuk pesantren dan para guru lainnya, sehingga out put nantinya lebih baik.

"Perlu membangun kesepahaman dalam menyiapkan program studi bukan sekedar kondisi pesantren madrasah diniyahnya. Tapi bagaimana umat Islam di dunia itu paham bahwa dari bumi Indonesia, dari bumi Jawa Timur, akan terlahir para ulama-ulama yang akan membawa Islam 'rahmatan lil alamin'," ujar Jauhar Fuad.

Kegiatan seleksi itu diselenggarakan di Kampus IAI-Tribakti Kediri. Kampus ini terpilih, karena termasuk kampus tertua di Kediri yang berdiri sejak 30 April 1966. Pada 2021, kampus ini akan berubah menjadi Universitas Islam Tribakti Kediri.

Baca juga: Gubernur Jatim ingatkan siswa tak putus sekolah dengan alasan biaya

Saat seleksi juga dilakukan secara profesional. Pesertanya dari berbagai daerah di Kediri dan sekitarnya. Untuk tim penguji juga dari luar, sehingga independen penyelenggaraan ujian tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

Peserta ujian satu per satu dan setelahnya menunggu giliran untuk pengumuman. Jika lolos, mereka akan diberi informasi bahwa akan mendapatkan beasiswa pendidikan.

Kitab Fathul Qorib merupakan kitab yang disusun oleh Syekh Ahmad bin Husain bin Ahmad Al-Asfihâni atau dikenal dengan al-Qâdhi Abu Syuja’ (433-593 H). Dalam sebagian naskah, kitab ini dinamakan dengan "Matan Taqrîb", dan sebagian naskah lainnya dinamakan "Ghâyatul Ikhtishâr".

Untuk itu, Syekh Ibn Qâsim al-Ghâzi memberikan dua nama untuk kitab syarah Taqrîb yang ditulisnya yakni Fathul Qarîb al-Mujîb fî Syarh Alfâdz at-Taqrîb dan Al-Qawl al-Mukhtâr fî Syarh Ghâyah al-Ikhtishâr(Syekh Ibn Qâsim al-Ghâzi, Fathul Qarîb, Beirut: Dar Ibn Hazm, 2005, halaman 19).

Baca juga: Olimpiade "kitab kuning" se-Jatim diikuti 200 santri

 

Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar