114 pasien COVID-19 di Kota Sukabumi sembuh

id COVID-19,Penanggulangan COVID-19 ,Pencegahan COVID-19 ,Pandemi COVID-19

Peta sebaran COVID-19 di Kota Sukabumi, Jawa Barat pada Senin, (24/8). (Antara/Dok/Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sukabumi)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sukabumi, Jawa Barat menyebutkan hingga kini jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi dan beberapa kali menjalani pemeriksaan swab sebanyak 114 orang.

"Alhamdulillah pasien COVID-19 di Kota Sukabumi yang sembuh setiap harinya terus bertambah dan pada Senin ada penambahan empat orang yang dinyatakan sembuh, beberapa diantaranya merupakan tenaga kesehatan," kata Juru Bicara COVID-19 Kota Sukabumi Wahyu Hendrayana di Sukabumi, Senin.

Menurutnya, data terbaru yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sukabumi jumlah warga yang terpapar sebanyak 121 orang, 114 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan hingga kini tersisa tujuh orang lagi yang masih menjalani isolasi baik di rumah sakit maupun mandiri.

Namun demikian, tidak menutup kemungkinan jumlah pasien bisa kembali bertambah karena saat ini pihaknya masih terus fokus menemukan warga yang terpapar virus yang bisa menyebabkan kematian itu.

Baca juga: PMI Kota Sukabumi disinfeksi terminal dan angkutan umum cegah COVID-19

Baca juga: Dokter dan perawat tertular COVID-19, RS Bunut Sukabumi batasi layanan


Selain itu, swab massal pun terus dilakukan, tapi diharapkan dari ratusan berbagai elemen masyarakat yang menjalani pemeriksaan tersebut tidak ada yang terpapar atau teriinveksi COVID-19. Jika ditemukan maka yang bersangkutan wajib menjalani isolasi dan melaksanakan pemeriksaan swab lanjutan hingga benar-benar dinyatakan sembuh atau terbebas dari virus itu.

"Meskipun sudah dinyatakan sembuh, tapi mereka wajib menjalani isolasi mandiri selama 14 hari yang diawasi petugas puskesmas di masing-masing tempat tinggalnya," tambahnya.

Wahyu mengatakan COVID-19 di Kota Sukabumi masih ada dan menyebar, maka dari itu warga jangan menyepelekan virus yang vaksinnya masih dalam tahap uji coba, karena siapapun bisa tertular.

Kuncinya masing-masing masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan seperti selalu menggunakan masker khususnya di luar rumah, menjaga jarak dan berperilaku hidup bersih dan sehat. 

Baca juga: Kerugian operator arung jeram dampak COVID-19 capai Rp39,9 miliar

Baca juga: Kasus COVID-19 di Kota Sukabumi kembali melonjak

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar