Megawati apresiasi kedisiplinan calon kepala daerah di sekolah partai

id Megawati Soekarnoputri, PDIP, sekolah partai, calon kepala daerah, Pilkada serentak

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat menutup Sekolah Partai PDIP secara virtual di Jakarta, Selasa malam (25/8/2020). ANTARA/HO-DPP PDIP/am.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengapresiasi kedisplinan para calon kepala daerah di Sekolah Partai PDIP yang pelaksanaannya sejak Jumat (21/8) hingga Selasa (25/8) malam.

"Hal itu mengingat syarat jadi pemimpin itu, antara lain kerendahan hati, termasuk ikut dan aktif di dalam sekolah partai," kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat menutup pelaksanaan sekolah partai secara virtual, Selasa malam.

Sekolah partai bagi calon kepala daerah gelombang pertama menuju pilkada serentak itu, kata Hasto, sebanyak 129 calon kepala daerah dinyatakan lulus.

Baca juga: Megawati tokoh favorit Gibran Rakabuming

Hasto mengatakan bahwa pelaksanaan sekolah partai ini menjadi penguatan kelembagaan institusi politik dalam menyiapkan calon pemimpin untuk dipilih masyarakat.

Hal itu diikuti dengan sebuah kesadaran bahwa berpartai harus didasarkan pada disiplin, baik disiplin ideologi, organisasi, maupun manajemen.

"Tujuannya agar dalam berpartai mampu mengorganisasi kekuatan rakyat dengan sebaik-baiknya," katanya.

Menurut dia, pada tanggal 4 sampai 6 September mendatang, 129 kepala daerah yang menjadi peserta akan mendaftar ke KPUD.

"Di situlah mulai tahapan penting pengorbanan sebenarnya. Diperlukan energi dan endurance (daya tahan) untuk mampu melaksanakan tugas," kata Hasto.

Dengan sekolah partai, lanjut Hasto, terbangun solidaritas serta semangat belajar satu sama yang lain. Para peserta juga belajar tentang bagaimana strategi pemenangan pemilu hingga cara mengajak rakyat agar mau ke TPS.

Baca juga: PDI Perjuangan dinilai suguhkan kandidat layak buat rakyat

"Sekolah partai ini baru proses awal karena medan perang sebetulnya ada di wilayah masing-masing," kata Hasto.

Hasto juga menyampaikan apresiasinya atas kedisiplinan para peserta yang mengikuti acara secara daring dari pagi hingga malam hari.

Berdasarkan catatan dari panitia, rata-rata proses sekolah dilaksanakan dari pagi hingga pukul 22.00 WIB.

Begitu tingginya antusiasme peserta, penutupan yang dijadwalkan pukul 17.00 WIB harus diundur 5 jam.

"Antusiasme peserta sangat tinggi. Yang jelas, para peserta juga menjalani serangkaian tes juga. Ada pre test dan post test, plus tes psikotes juga," kata Hasto.

Peserta yang lulus, kata dia, masih akan mendapat penugasan khusus usai sekolah, bahkan DPP melakukan pemantauan pelaksanaan tugas.

Kepala sekolah yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Partai Komaruddin Watubun menambahkan bahwa peringkat pertama dalam sekolah partai kali ini adalah Anna Morinda, Calon Wali Kota Metro Lampung.

Baca juga: PDIP gembleng calon kepala daerah untuk jadi pemimpin visioner

"Peserta terbaik, nomor satu Anna Morinda. Peserta terbaik kedua adalah Heribertus Ngabut, Calon Bupati Manggarai," kata Komaruddin.

Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat mengatakan bahwa penyelenggaraan sekolah partai kali ini menjadi istimewa karena di tengah pandemi COVID-19.

Dengan begitu, PDIP berhasil melaksanakan proses adaptasi dengan melaksanakan kebiasaan baru tanpa perlu mengorbankan kualitas calon kepala daerahnya.

"PDI Perjuangan membuktikan diri sebagai partai pelopor yang ideologis yang memiliki tanggung jawab sejarah untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin kepala daerah yang mumpuni dan paham tata kelola pemerintahan daerah untuk mewujudkan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar NRI Tahun 1945," kata Djarot menegaskan.

Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar