Kemarin, sederhanakan birokrasi hingga Majelis Syuro Dunia dibentuk

id berita politik menarik kemarin,wapres,ekonomi syariah,majelis syuro dunia

Kemarin, sederhanakan birokrasi hingga Majelis Syuro Dunia dibentuk

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. ANTARA/HO-Asdep KIP Setwapres/am.

Jakarta (ANTARA) - Lima berita politik pada Rabu (26/8) yang masih menarik untuk dibaca dan menjadi perhatian publik, mulai dari Presiden Joko Widodo menyatakan jenjang birokrasi yang terlalu banyak harus disederhanakan hingga MPR mengagendakan pembentukan Majelis Syuro Dunia.

1. Presiden: Jenjang birokrasi yang terlalu banyak harus disederhanakan

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Joko Widodo menyatakan jenjang birokrasi yang terlalu banyak di berbagai sektor harus disederhanakan agar anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi kehidupan masyarakat.

Selengkapnya di sini

2. Wapres: Lembaga peradilan sengketa ekonomi syariah harus diperkuat

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan lembaga peradilan yang secara khusus menangani sengketa ekonomi syariah perlu diperkuat dengan peningkatan kualitas regulasi terkait hukum materiil syariah.

Selengkapnya di sini

3. Puan minta pemerintah cermat susun rencana subsidi gaji pekerja

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah lebih cermat dalam menyusun perencanaan dan pendataan terkait dengan bantuan langsung tunai (BLT) dalam bentuk subsidi gaji untuk pekerja anggota BPJS Ketenagakerjaan dengan gaji di bawah Rp5 juta.

Selengkapnya di sini

4. HUT Ke-75, MPR bentuk Majelis Syuro Dunia

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan Majelis Permusyawaratan Rakyat mengagendakan pembentukan Majelis Syuro Dunia dalam memperingati HUT Ke-75 MPR RI.

Selengkapnya di sini

5. Deklarasi KAMI, Megawati: Banyak yang ingin jadi Presiden

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengomentari deklarasi dan pernyataan sikap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yang menurutnya banyaknya orang yang ingin menjadi presiden.

Selengkapnya di sini

Pewarta : Fathur Rochman
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar