Disiplin ketat protokol penting akhiri pandemi COVID-19, sebut PDKI

id covid-19, disiplin protokol kesehatan, Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) Sumut,protokol kesehatan,dr Retno Sari Dewi

Ketua Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) Sumut, dr Retno Sari Dewi, M.Kes. (FOTO ANTARA/HO-PDKI Sumut)

Medan (ANTARA) - Ketua Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) Sumatera Utara (Sumut) dr Retno Sari Dewi, M.Kes  menyatakan disiplin protokol kesehatan yang diawasi secara ketat di lingkungan keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam membantu mengakhiri pandemi COVID-19.

"Untuk itu, sudah sewajarnya anggota keluarga saling mengingatkan satu sama lain soal disiplin protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin dan meminimalisasi frekuensi ke luar rumah apabila tidak mendesak," katanya di Medan, Kamis.

Ia mengatakan salah satu situasi yang memerlukan peran besar keluarga untuk berperan aktif adalah ketika di dalam suatu rumah ada ibu hamil. Tidak hanya kondisi fisik yang harus dijaga, kondisi psikis juga menjadi prioritas.

"Karena banyak ibu hamil di masa pandemi ini yang mengalami ketakutan dan kekhawatiran berlebihan. Hal ini tentu saja berdampak nantinya pada kondisi kehamilan. Kita boleh khawatir dengan COVID-19 tetapi sewajarnya," katanya.

Menurut dia, ibu hamil harus menghindari bacaan atau tontonan yang bisa mengganggu kondisi psikis. Apalagi informasi yang banyak beredar saat ini khususnya di sosial media belum bisa dipastikan kebenarannya, banyak yang bersifat hoaks.

Anggota keluarga lainnya, kata dia, berperan dalam melindungi para ibu hamil dengan menciptakan kondisi dan suasana yang nyaman termasuk memperhatikan kebutuhan nutrisi dan vitamin.

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan pesan agar kalaupun ada anggota keluarga yang akhirnya terkonfirmasi positif, jangan ada stigma untuk menjauhi.

"Karena yang paling dibutuhkan untuk sembuh itu adalah dukungan. Jangan malah kita jauhi, agar mental mereka tidak down," katanya.

COVID-19, kata dia, sebagai penyakit, tidak boleh disepelekan tetapi tidak pula untuk ditakuti.

Hal yang paling penting adalah tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah khususnya dalam rangka menghadapi adap kebiasaan baru (AKB), demikian Retno Sari Dewi,.

Baca juga: Gugus Tugas : Warga Sumut tidak disiplin jalankan protokol kesehatan

Baca juga: Sumut siapkan regulasi tambahan protokol kesehatan COVID-19

Baca juga: Tambah 73 orang, positif COVID-19 di Sumut tembus angka 6.051 kasus

Baca juga: Pangdam I/BB: TNI siap bantu optimalkan pelaksanaan Protokol Kesehatan


 

Pewarta : Juraidi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar