Bertambah 100 orang, positif COVID-19 di Banyuwangi naik 341 kasus

id santri banyuwangi,santri positif COVID-19,corona,Jatim

Peta sebaran pasien positif COVID-19 di Kabupaten Banyuwangi, Jatim yang diakses pada Jumat (28/8/2020) malam. (FOTO ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi, Jatim (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mencatat adanya tambahan 100 pasien baru virus corona jenis baru penyebab COVID-19 sehingga total pasien terkonfirmasi positif mencapai 341 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi dr Widji Lestariono di Banyuwangi, Jumat malam mengatakan dari tambahan 100 orang pasien positif itu, 89 orang di antaranya merupakan santri di salah satu pondok pesantren setempat.

Dengan demikian jumlah santri dalam satu pondok pesantren yang terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 199 orang.

"Total hari ini ada 341 kasus COVID-19 di Banyuwangi, di mana 84 orang pasien di antaranya sudah dinyatakan sembuh," katanya.

Ia mengatakan, upaya penanganan COVID-19 di pondok pesantren terus menjadi perhatian utama Satgas Penanganan COVID-19. Sejak ada laporan pertama ditemukan santri yang bergejala, tim kesehatan terus melakukan penanganan.

Penanganan kasus corona dilakukan secara sinergis antara Kementerian Kesehatan, Pemprov Jatim, Pemkab Banyuwangi dan jajaran TNI serta kepolisian.

Bahkan, lanjut dia, sejak tiga hari lalu telah dibangun rumah sakit mini untuk percepatan penanganan para santri. Rumah sakit mini itu dilengkapi sarana pemeriksaan lengkap untuk menunjang proses pemeriksaan kesehatan santri.

"Setiap hari ada dokter dan perawat yang berjaga di sana. Tentu dengan mengunakan alat pelindung diri (APD) untuk menjaga keselamatan mereka," kata Rio, sapaan akrab Widji Lestariono.

Saat ini, katanya, petugas masih secara masif memantau perkembangan jumlah pasien dan penelusuran serta penanganan, termasuk melakukan tes usap kepada sekitar 700 santri.

"Setiap hari kami lakukan penelusuran, tes usap di lokasi pondok sudah kami lakukan tiga kali. Memang konsekuensinya berat, karena pasti akan ada penambahan kasus dalam skala besar. Namun, atas nama kesehatan, santri yang terpapar harus segera diketahui untuk menjamin serta menjaga kesehatan mereka. Doakan semoga semua segera pulih," demikian Widji Lestariono.

Baca juga: Tambah satu, pasien positif COVID-19 di Banyuwangi-Jatim naik 10 orang

Baca juga: Kabupaten Banyuwangi siapkan layanan publik hadapi era normal baru

Baca juga: Tambah satu, pasien positif COVID-19 di Banyuwangi-Jatim naik 10 orang

Baca juga: Banyuwangi jadwal ulang ajang BMX internasional 2020 akibat corona

Pewarta : Masuki M. Astro/Novi Husdinariyanto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar