Pemkab Pamekasan minta pengusaha restoran berdayakan peternak lokal

id Peternak Lokal Pamekasan,Pemkab Pamekasan

Surat Edaran Disperindag Pemkab Pamekasan kepada para pengusaha restoran agar menggunakan ayam lokal untuk menu masakan. (Disperindag)

Pamekasan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, meminta para pengusaha restoran dan kuliner di wilayah itu memberdayakan peternak ayam pedaging lokal dan tidak membeli daging ayam dari luar daerah.

"Kebijakan ini, sebagai upaya untuk saling membantu dan memperkuat perputaran ekonomi lokal, di samping untuk menumbuhkan rasa saling membantu antarpengusaha," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Pamekasan Achmad Sjaifudin di Pamekasan, Jumat.

Achmad menjelaskan selain sebagai bentuk implementasi dari upaya gerakan cinta produk lokal yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat, imbauan kepada para pengusaha restoran dan kuliner di Pamekasan agar membeli atau kulakan daging ayam lokal, juga sebagai bentuk pemberdayaan kepada para peternak ayam pedaging.

Baca juga: Pemkab dan ulama Pamekasan istighatsah untuk keselamatan bangsa

Sebab, menurut dia, jika para pengusaha restoran dan pedagang kuliner di Pamekasan membeli daging ayam lokal, maka perputaran uang akan terpusat di Pamekasan, bukan ke daerah.

Kepala Disperindag Pemkab Pamekasan Achmad Sjaifudin lebih lanjut menjelaskan telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Pamekasan dan Kepala Pasar Tradisional yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

Dalam Surat Edaran Nomor: 050/385/432.322/2020 tentang Penggunaan Produk Peternak Ayam Lokal tertanggal 27 Agustus 2020 Disperindag mengimbau kepada para pengusaha restoran dan kuliner agar menggunakan daging ayam dari peternak ayam lokal untuk sajian menu makanan daging olahan.

Baca juga: Di Pamekasan obyek wisata sudah dibuka lagi

"Kami juga mengimbau para pengusaha kuliner mengambil kulakan ayam dari para peternak ayam lokal yang ada di Pamekasan ini," katanya, menjelaskan.

Achmad Sjaifuddin lebih lanjut menjelaskan, selain dalam rangka mendukung program cinta produk lokal yang telah dicanangkan pemerintah pusat, program ini juga dalam rangka mensukseskan program Bupati Pamekasan melalui gerakan berbelanja kepada tetangga.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Pamekasan bertambah jadi 215 orang

"Bagi kami, gerakan pemerintah pusat dan gerakan yang dicanangkan oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam tentang gerakan berbelanja kepada tetangga, sangat efektif. Selain bernilai ekonomis, juga ada nilai kemanusiaan, yakni peduli pada tetangga," katanya.

Apalagi, sambung dia, Achmad, di era pandemi COVID-19 ini, berbelanga kepala tetangga sendiri, atau menggunakan produk lokal lebih aman dibanding harus berbelanja keluar daerah.

"Jadi, imbauan agar memanfaatkan ayam lokal ini juga termasuk bagian dari upaya pencegah COVID-19, di samping memang punya nilai ekonomis," katanya.

Baca juga: Tujuh orang TKI meninggal selama Januari-Mei 2020

 

Pewarta : Abd Aziz
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar