Tim SAR lanjutkan pencarian korban kecelakaan laut di Komodo

id ntt,kupang

Tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian korban tenggelam di perairan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (29/8/2020). (Antara Foto/HO- Basarnas Maumere)

Kupang (ANTARA) - Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian terhadap seorang korban tenggelam setelah terjatuh dari kapal wisata di perairan Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

"Hari ini operasi SAR dilanjutkan untuk melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan setelah terjatuh dari kapal pada Jumat (28/8)," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, I Putu Sudaya ketika di hubungi di Kupang, Minggu.

Korban Ari Armanto (35) merupakan anak buah kapal (ABK) Labo Home yang dilaporkan hilang setelah terjatuh dari sekoci kapal Labo Home di perairan Pulau Lasa, wilayah perairan Taman Nasional Komodo pada Jumat (28/8) pukul 14.00 Wita.

Baca juga: Kunjungan ke Pulau Komodo dibatasi hanya 50.000 wisatawan per tahun

Baca juga: Taman Nasional Komodo keluarkan edaran larangan masuk kapal pesiar


Menurut I Putu Sudayana, peristiwa itu diketahui setelah Basarnas menerima informasi dari Kapten Kapal Labo Home, Suhar bahwa seorang ABK terjatuh ke laut.

"Pada operasi SAR hari pertama dilakukan hingga pukul 23.00 Wita namun korban juga tidak ditemukan," kata I Putu Sudayana.

Upaya pencarian terhadap korban yang hilang di perairan Lasa sekitar 23,56 NM dari Pelabuhan Labuan Bajo, sudah berlangsung selama tiga hari.

Baca juga: Dispar terapkan sistem daftar daring masuk TN Komodo

Baca juga: Kapal pesiar Boudicca berlabuh di pesisir Pulau Komodo


Namun menurut dia, korban yang merupakan warga Pulau Komodo itu belum berhasil ditemukan.

Ia mengatakan operasi pencarian dilakukan pada hari ketiga tetap melibatkan potensi SAR terkait seperti Polair Labuan Bajo, TNI, BPBD Manggarai Barat, KP3LLabuan, TNI AL. 

Baca juga: Dua korban tengelam di Komodo belum ditemukan

 

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar