Wapres: Kecerdasan buatan solusi untuk negara jadi pelaku industri 4.0

id Wapres,Ma’ruf Amin,Unika Atma Jaya,revolusi industri 4.0

Wapres: Kecerdasan buatan solusi untuk negara jadi pelaku industri 4.0

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan pidato sambutan dalam acara Pengenalan Kampus Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya Jakarta, Senin (31/8/2020). ANTARA/HO-KIP Setwapres/aa.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan kecerdasan buatan menjadi solusi untuk negara menjadi pelaku dalam Revolusi Industri 4.0, sehingga Indonesia tidak lagi menjadi pasar di industri tersebut.

"Kecerdasan buatan menjadi jalan keluar agar negara tidak sekadar menjadi pasar, melainkan juga sebagai pelaku dari Revolusi Industri 4.0," kata Ma’ruf Amin saat menyampaikan sambutannya dalam acara Pengenalan Kampus Unika Atma Jaya Jakarta, Senin.

Menurut dia, kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan model bisnis baru, dan itu dapat diciptakan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin berharap Unika Atma Jaya utamakan toleransi

Pembangunan di masa mendatang, menurut Wapres, sangat dipengaruhi oleh disrupsi di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

"Menguatnya pemanfaatan kecerdasan buatan, penggunaan 'big data', dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi akan menyebabkan pembangunan tidak lagi linear, tapi bersifat eksponensial yang berkembang secara pesat," katanya.

Menurut dia, luasnya jaringan kerja sama antara perguruan tinggi dan sektor industri juga menjadi pendukung bagi keberhasilan pembangunan.

"Kerja sama dengan berbagai pihak terkait harus terus dilakukan dalam berbagai bidang untuk menghasilkan karya-karya terbaik bangsa," katanya.

Baca juga: Wapres sebut lima poin perbaikan untuk kejar ketertinggalan inovasi

Selain itu, untuk dapat menjadi pelaku industri 4.0, Indonesia harus memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas unggul. Memiliki SDM berkualitas tersebut, kata Ma’ruf, salah satunya ditandai dengan banyaknya jumlah pekerja yang merupakan lulusan perguruan tinggi.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), angka penduduk Indonesia yang melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas tergolong rendah.

"Dari 137,90 juta penduduk usia 15 tahun yang bekerja, menurut data angkatan kerja Februari 2020 hanya sekitar 14,22 juta orang atau hanya 10,3 persen di antaranya yang merupakan lulusan perguruan tinggi," katanya.

Baca juga: Wapres: Produk inovasi karya anak bangsa hanya sedikit yang komersial

Oleh karena itu, Ma’ruf Amin berharap seluruh mahasiswa dan tenaga pengajar di lingkungan kampus Unika Atma Jaya dapat membawa perubahan lebih baik di lingkungan masyarakat melalui penerapan ilmu, pengetahuan, dan keteladanan.


Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar