Aturan "lockdown" Auckland dicabut, penggunaan masker diwajibkan

id covid-19 selandia baru,kasus covid-19 auckland,jacinda ardern,masker,lockdown

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mendemonstrasikan bagaimana ia membuat improvisasi pada masker pelindung saat pertemuan dengan pemimpin kesehatan masyarakat setempat, Dave Letele, melalui video, di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Selandia Baru, dalam sebuah gambar yang diambil video bulan Agustus 2020. ANTARA FOTO/Facebook/Jacinda Ardern/Handout via REUTERS/hp/cfo

Wellington (ANTARA) - Kegiatan sekolah dan bisnis kembali dibuka di Auckland, Selandia Baru, pada Senin, setelah aturan karantina wilayah atau lockdown untuk menahan gelombang baru penyebaran COVID-19 di kota itu dicabut, namun penggunaan masker di transportasi umum diwajibkan.

Langkah itu diambil oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern pada Minggu (30/8), menyusul keputusan mengisolasi Auckland pada awal bulan Agustus usai muncul kasus COVID-19 baru, tiga bulan setelah Selandia Baru bebas infeksi virus corona.

Ardern mengatakan bahwa ia merasa nyaman dengan langkah yang akan diterapkan di seluruh negeri itu, dan menyebut "senyuman di mata ketika mengenakan masker" dan kebaikan kepada warga Auckland akan membantu Selandia Baru menghadapi wabah ini.

"Kami mempunyai sebuah rencana yang kami tahu akan berhasil. Kami hanya perlu kepatuhan dan bantuan dari semua orang. Jika semuanya menjalankan panduan dan aturan, dibarengi dengan langkah kesehatan publik yang kami terapkan, kita bisa membuat ini berhasil," kata Ardern yang mengenakan masker, Senin.

Sementara itu, para siswa juga telah kembali ke sekolah setelah beberapa pekan lamanya kegiatan belajar mengajar terganggu.

"Bagi saya, baik bari mereka untuk kembali ke sekolah. Bekerja secara daring dan sekolah daring memang tidak masalah, namun tetap saja tidak cukup baik untuk mereka. Jadi, hal bagus bahwa mereka bisa keluar rumah," kata salah seorang orang tua murid.

Selain pemulihan kegiatan dan kewajiban penggunaan masker, pembatasan terhadap pertemuan publik di Auckland juga masih berlaku, sedangkan wilayah lain di negara itu masih menerapkan waspada tingkat 2--dengan aturan pembatasan sosial.

Otoritas kesehatan Selandia Baru mengumumkan tambahan sembilan kasus per hari ini, dengan lima di antaranya muncul di lingkungan masyarakat yang, setelah ditelusuri, terkait dengan klaster Auckland. Total infeksi COVID-19 hingga saat ini tercatat 1.387 kasus, 22 kematian.

Sumber: Reuters
Baca juga: PM Selandia Baru perpanjang 'lockdown' untuk bendung corona
Baca juga: Selandia Baru bisa kembali ke kehidupan normal pekan depan
Baca juga: Selandia Baru selidiki kemungkinan transmisi COVID-19 dari kargo

Pewarta : Suwanti
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar