Sekolah-sekolah di Inggris dibuka kembali untuk semester baru

id sekolah di inggris,covid-19,pandemi covid-19,pembukaan kembali sekolah

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bergabung dengan sejumlah siswa dalam pelajaran jarak sosial saat berkunjung ke Bovingdon Primary School di Bovingdon, Hemel Hempstead, Hertfordshire, Inggris (19/6/2020). Hal tersebut menyusul pengumuman rencana bantuan pendidikan 1 miliar GBP untuk mengejar keterlambatan selama belajar di luar sekolah pada masa penguncian wilayah akibat wabah virus corona (COVID-19). ANTARA/REUTERS/Pool/Steve Parsons/aa.

London (ANTARA) - Sekolah-sekolah di Inggris dan Wales akhirnya dibuka kembali pada hari Selasa (1/9) untuk semua siswa untuk periode semester baru.

Sebelumnya pandemi COVID-19 memaksa pemerintah menutup sekolah yang menyebabkan ujian dibatalkan dan membuat nilai siswa menjadi berantakan.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berjanji untuk membuka kembali aktivitas sekolah sebelum liburan musim panas. Namun terpaksa mengesampingkan rencana tersebut.

Akibatnya Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dikritik atas upaya penanganan kegiatan pendidikan selama krisis.

Departemen Pendidikan mengatakan bahwa "sistem kontrol" akan diterapkan untuk menjaga siswa dan guru tetap aman.

Penerapan jaga jarak juga dilakukan jika memungkinkan.

Baca juga: PM Inggris minta sekolah dibuka kembali pada September
Baca juga: Biden: Trump ingin sekolah dibuka kembali untuk amankan suara pemilih


"Saya tidak meremehkan betapa menantangnya beberapa bulan terakhir ini, tetapi saya tahu betapa pentingnya bagi anak-anak untuk kembali ke sekolah, tidak hanya untuk pendidikan mereka tetapi juga untuk perkembangan dan kesejahteraan mereka," kata menteri pendidikan Gavin Williamson, yang juga mendapat kritik.

Sekolah ditutup pada bulan Maret, kecuali untuk anak-anak dari pekerja esensial, dan dibuka kembali pada bulan Juni hanya untuk sebagian kecil siswa. Sebuah studi oleh Institute for Fiscal Studies pada bulan Agustus menunjukkan bahwa penutupan sekolah memperlebar ketidaksetaraan pendidikan antara siswa yang lebih miskin dan yang lebih kaya.

Kekhawatiran atas kesenjangan pendidikan diperparah pada bulan Agustus, ketika pemerintah tunduk pada tekanan dari murid-murid yang marah, guru dan anggota parlemen untuk membuang algoritma yang telah menurunkan hasil tingkat A untuk hampir 40 persen dari lulusan sekolah, dengan mereka yang berada di daerah tertinggal lebih terpengaruh.

"Buruh mengharapkan anak-anak untuk kembali ke sekolah. Setiap hari ketika sekolah ditutup pembelajaran menjadi hilang. Situasi ini diperburuk oleh kegagalan ujian dan pendekatan kacau pemerintah terhadap pendidikan," kata pemimpin partai Buruh oposisi  Keir Starmer.

"Kami tidak bisa terus mengulangi kesalahan yang sama. Masa depan anak muda tidak bisa ditahan oleh ketidakmampuan (partai) Konservatif."

Baca juga: Kasus COVID-19 menurun, sekolah di Lagos Nigeria siap dibuka
Baca juga: Seluruh sekolah di Wuhan serentak dibuka Selasa

Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar