Kasus corona melonjak, Israel umumkan karantina wilayah parsial

id israel,karantina wilayah,covid-19,virus corona

Polisi menyeret pengunjuk rasa selama demonstrasi, terkait tuduhan korupsi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan langkah pemerintahannya dalam menangani krisis penyakit virus corona (COVID-19), dekat kediaman Netanyahu di Yerusalem, Minggu (2/8/2020). REUTERS/Ronen Zvulun/pras/djo (REUTERS/RONEN ZVULUN)

Yerusalem (ANTARA) - Israel akan memberlakukan penguncian nasional parsial minggu depan untuk memerangi lonjakan infeksi virus corona, kata kepala satuan tugas pandemi pada Kamis (3/9).

Pejabat kesehatan tersebut, Ronni Gamzu, mengatakan Israel menghadapi "momen penting" dalam upaya menahan penyebaran COVID-19, dengan sekitar 3.000 kasus baru sekarang dilaporkan setiap hari dalam populasi yang berjumlah sembilan juta jiwa.

Dia menyalahkan sikap apatis di kalangan minoritas Arab terhadap aturan pembatasan sosial, juga tingkat infeksi tinggi di  kalangan masyarakat Yahudi ultra-Ortodoks yang punya hubungan erat. 

Pakar kesehatan lainnya mengatakan perselisihan politik di antara anggota koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menyebabkan respons yang lambat terhadap gelombang kedua kasus COVID-19 setelah penguncian nasional pada Mei lalu.

"Tolong, tidak ada pernikahan sekarang, tidak ada pertemuan massal ... di mana pun," kata Gamzu, suaranya meninggi saat memohon dalam konferensi pers di TV.

"Ada kota-kota di Israel yang akan diberlakukan jam malam dan ditutup dalam minggu mendatang dan menghadapi kesulitan ekonomi, sosial dan pribadi."

Dia berbicara setelah pemerintah menyetujui pemberlakuan karantina wilayah terhadap kota-kota yang memiliki tingkat infeksi COVID-19 yang tinggi.

Sekitar 30 komunitas, terutama dengan populasi Arab atau ultra-Ortodoks, telah dimasukkan ke dalam kategori itu.

Di kota Arab, Nazareth - diidentifikasi oleh otoritas kesehatan sebagai "zona merah" - penduduk telah melanggar pembatasan dengan mengadakan pesta pernikahan dan resepsi di rumah.

Mereka juga melanggar aturan dengan mengumpulkan ratusan orang di jalan masuk ke rumah atau di taman untuk menghadiri acara-acara, yang biasanya diadakan di aula --yang sekarang ditutup.

Gamzu mengatakan tingkat infeksi juga tinggi di daerah masyarakat ultra-Ortodoks. Dia mengimbau para pemimpin agama untuk memastikan aturan jarak fisik diikuti. Tahun ajaran Israel dimulai pada 1 September, dengan pengajaran di kelas.

Israel sejauh ini mencatat 122.799 kasus virus corona dan 976 kematian.

Sumber: Reuters

Baca juga: Protes terhadap Netanyahu meningkat karena krisis virus corona

Baca juga: Israel tutup lab uji COVID-19 lantaran salah diagnosis belasan pasien

Baca juga: Kasus COVID-19 kembali naik, Palestina dan Israel perketat pembatasan


 

Aneksasi Israel dan COVID-19 perparah kondisi rakyat Palestina


Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar