GTPP: Kasus terinfeksi COVID-19 di Aceh capai 1.883 orang

id Aceh,Covid-19,Berita Aceh,Berita Covid-19,Banda Aceh,Aceh Besar,GEMA,Masker,Cuci Tangan,Plt Gubernur Aceh,Pemerintah Aceh,Pemprov Aceh,KAMI

Dokumen - Petugas medis mengambil sampel swab tenggorokan salah seorang warga dalam pemeriksaan swab massal terkait COVID-19 di Kota Banda Aceh, beberapa waktu lalu. ANTARA/Khalis

Banda Aceh (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Provinsi Aceh melaporkan adanya penambahan 90 kasus positif terinfeksi baru pada Jumat, sehingga menjadikan total warga terpapar mencapai 1.883 orang sejak awal terdeteksi kasus perdana pada Maret 2020.

"Hari ini kasus baru COVID-19 dilaporkan bertambah 90 orang lagi, dan dua pasien lagi meninggal dunia," kata Juru bicara COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani di Kota Banda Aceh, Jumat.

Baca juga: Bali catatkan penambahan kasus COVID-19 dan kematian harian tertinggi

Dia menjelaskan, kasus baru tersebut tersebar di sejumlah daerah seperti di Kabupaten Aceh Besar 30 orang, Kota Banda Aceh 13 orang, Kabupaten Aceh Barat 12 orang. Kemudian sembilan orang warga Kabupaten Pidie, lima orang warga Kota Sabang, dan empat orang warga Kabupaten Aceh Timur.

Warga Kabupaten Aceh Jaya dan Kota Subulussalam dua orang, sedangkan warga Kabupaten Aceh Selatan dan Bireuen masing-masing satu orang, dan sisanya satu orang lagi warga dari luar daerah Aceh.

Baca juga: Positif COVID-19 Papua Barat bertambah 25 kasus, lima sembuh

"Pasien COVID-19 yang dilaporkan meninggal dunia yakni satu orang warga Aceh Besar dan satu lainnya dari luar Aceh," ujar Saifullah.

Disamping itu, kata dia, Pemerintah Aceh terus menjalankan program Gerakan Pakai Masker Bersama (GEMA) yang digelar secara serentak seluruh Aceh dalam upaya mencegah peningkatan kasus COVID-19 di Tanah Rencong.

Baca juga: Klaster Portsite Amamapare sumbang 44 kasus COVID-19 di Mimika

Menurut dia, kasus-kasus baru COVID-19 akan terus bertambah apabila belum tumbuh kesadaran bersama, yang bahwa COVID-19 bisa dilawan dengan cara sangat sederhana.

"Virus corona tidak leluasa menular apabila semua orang disiplin mencuci tangan dengan sabun, tidak berkerumun, menjaga jarak antarsesama, dan memakai masker seperti pakaian yang wajib dikenakan sehari-hari," katanya.

Lanjut dia, lonjakan kasus baru di Aceh akhir akhir ini juga karena proses tracing terus dilakukan di kabupaten/kota. Setiap satu positif COVID-19, ditracing, kemudian ditemukan bisa dua hingga tiga kasus baru yang merupakan kontak eratnya.

"Mereka ikut terinfeksi karena kontak erat, tinggal serumah, satu ruangan kerja, dan tidak memakai masker. Sosialisasi pemakaian masker dilakukan secara dramatis dan masif supaya kesadaran pemakaian masker itu pun menjadi masif di seluruh Aceh," katanya.

Secara kumulatif, Aceh melaporkan 1.883 kasus COVID-19, yang di antaranya 1.109 orang dalam perawatan tim medis di rumah sakit rujukan atau dalam proses isolasi mandiri, kemudian 700 orang telah sembuh, dan 74 orang meninggal dunia.

Pewarta : Khalis Surry
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar