Kemenparekraf gandeng Unizar Mataram kembangkan desa wisata di NTB

id Kemenparekraf,Desa Wisata,Unizar Mataram,NTB,Desa Wisata Mekar Sari,Lombok Barat

Kemenparekraf gandeng Unizar Mataram kembangkan desa wisata di NTB

Rektor Universitas Al-Azhar (Unizar) Mataram, Dr Muh Ansyar saat meresmikan gapura Desa Wisata Mekar Sari di Kabupaten Lombok Barat NTB. (ANTARA/Unizar Mataram).

Mataram (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggandeng Universitas Al-Azhar (Unizar) Mataram untuk melakukan pengembangan desa wisata di Nusa Tenggara Barat.

"Alhamdulillah, Universitas Al-Azhar Mataram terpilih sebagai salah satu perguruan tinggi yang membina desa wisata di NTB," kata Rektor Unizar Mataram, Dr Muh Ansyar di Mataram, Senin.

Ansyar, menyebutkan salah satu desa wisata yang terpilih menjadi desa binaan oleh Unizar Mataram, yakni Desa Wisata Mekar Sari di Kabupaten Lombok Barat. Desa Mekarsari sendiri merupakan desa yang berlokasi antara perbatasan Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Barat.

"Desa Mekarsari ini memiliki banyak potensi alam yang dapat dieksploitasi terutama di sektor agraria, sehingga potensi itulah yang kemudian membuat Kemenparekraf memilih Desa Mekarsari sebagai desa binaan wisata," jelasnya.

Baca juga: Kemenparekraf gulirkan Gerakan BISA di desa wisata Tete Batu Lombok
Baca juga: Sekjen Kemendes sebut Senteluk ikon wisata NTB


Menurutnya, sebagai wujud desa wisata, pihaknya pada Minggu (6/9) sudah meresmikan Gapura Desa Wisata Mekar Sari. Dimana, peresmian Desa Wisata binaan itu merupakan tindaklanjut program pendampingan desa wisata yang dilaksanakan oleh Kemenparekraf RI.

"Kita bersyukur Unizar Mataram dipercaya melakukan pendampingan program Desa Wisata oleh Kemenparekraf. Kami akan memegang kepercayaan itu dan menjadikan Desa Mekarsari sebagai contoh desa wisata terbaik di NTB, bahkan bila perlu di tingkat nasional," katanya.

Baca juga: Wagub NTB resmikan Desa Wisata Bonjeruk
Baca juga: NTB luncurkan 99 desa wisata sebagai program unggulan daerah

Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar