Wonosobo tambah gedung karantina pasien COVID-19

id wonosobo, gedung karantina,covid

Gedung eks-Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Wonosobo disiapkan sebagai tempat karantina pasien COVID-19. (ANTARA/Heru Suyitno)

Wonosobo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menambah gedung karantina untuk perawatan pasien COVID-19 yang terus bertambah akhir-akhir ini.

"Eks-Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan kami siapkan tempat karantina keempat, yang diproyeksikan berfungsi penuh dalam 2 hari ke depan," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanaganan COVID-19 Kabupaten Wonosobo, Muhammad Riyatno di Wonosobo, Selasa.

Ia mengatakan lonjakan penambahan kasus COVID-19 di Kabupaten Wonosobo memaksa pemerintah membuka fasilitas gedung karantina baru, setelah 3 gedung sebelumnya yaitu BLK Kertek, SKB Sidojoyo dan Bapelkes Provinsi Jawa Tengah telah berfungsi optimal.

Riyatno menyebutkan opsi untuk menambah gedung karantina berdasarkan pada situasi terakhir, di mana penambahan kasus positif mencapai angka 50 orang pada Senin (7/9) dan 16 orang pada hari Selasa ini.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Kabupaten Wonosobo tambah 50 orang

Baca juga: 47 tenaga kesehatan di Wonosobo positif COVID-19


"Penambahan kasus luar biasa dalam sepekan terakhir ini, dan total akumulasi kasus di Kabupaten Wonosobo telah mencapai 340 orang, dengan rincian 239 orang dalam perawatan, 174 orang dinyatakan sembuh, dan 4 orang meninggal dunia," katanya.

Ia menyampaikan dengan jumlah pasien 239 orang tersebut, kapasitas ruang perawatan di 3 Rumah Sakit, ditambah 3 gedung karantina sementara tersebut tidak lagi mencukupi.

Melalui kebijakan pemerintah daerah, di mana seluruh pasien terkonfirmasi positif COVID-19 harus dipusatkan di rumah sakit dan gedung karantina sementara, tambahan gedung eks Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Dispaperkan) dengan kapasitas tampung sekitar 40 orang tersebut harus dipenuhi.

Ia berharap adanya tambahan ruang eks Dispaperkan dapat mengakomodasi seluruh pasien dengan baik, dan secepatnya mereka diberikan kesembuhan.

"Kendala lain saat ini adalah penambahan kasus yang dari ke hari sulit diprediksi, rerata kesembuhan pasien lebih kecil dari penambahan kasus, serta masih adanya ratusan sampel uji usap (swab) yang belum keluar hasilnya, tentu juga perlu antisipasi lagi untuk tambahan gedung," katanya.

Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Sidojoyo, kata Riyatno, kemungkinan akan dicoba untuk diperluas fungsinya apabila memang ke depan jumlah penderita COVID-19 di Kabupaten Wonosobo terus bertambah.

Kepala Bagian Umum Setda Wonosobo Supriyadi mengatakan pihaknya harus bekerja ekstra cepat dalam upaya memberikan fasilitas perawatan yang layak bagi para pasien COVID-19.

"Waktu persiapan baru bisa dimulai hari ini dan secepatnya atau dalam 2 hari ke depan harus sudah siap digunakan, tentu saja kami juga membutuhkan bantuan dari banyak pihak, bahkan sampai unsur TNI juga turut terlibat," katanya.

Sejumlah fasilitas selain kebutuhan tempat tidur, ruang jaga tenaga medis, fasilitas kamar mandi serta mushala, menurut Supriyadi, masih dalam tahap penyelesaian dan diharapkan bisa tuntas secepatnya.*

Baca juga: Kasus COVID-19 di Wonosobo capai 200 orang

Baca juga: Di Wonosoba-Jateng ditemukan tempat usaha tak terapkan protokol

Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar