Wapres dorong BWI kelola wakaf profesional dan kreatif

id wapres,Ma'ruf Amin,wakaf,BWI,Badan Wakaf Indonesia

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang diselenggarakan secara virtual dari Jakarta, Senin (14/9/2020). (Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong Badan Wakaf Indonesia (BWI) dapat mengelola wakaf secara profesional dan kreatif, termasuk memanfaatkan platform digital dan teknologi untuk transparansi pengelolaan wakaf tersebut.

"Saya ingin pengelolaan wakaf dilakukan secara lebih profesional dan kreatif. Saya juga meminta agar pengelolaan wakaf dapat memanfaatkan platform digital dan teknologi, baik untuk peningkatan kesadaran wakaf, pengelolaan serta pelaporan wakaf," kata Ma'ruf Amin di Jakarta, Senin, dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BWI yang diselenggarakan secara virtual.

Ma'ruf mengatakan wakaf menjadi penting dalam upaya mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Namun, Ma'ruf menyayangkan masih rendahnya literasi umat terhadap wakaf.

Baca juga: Ma'ruf Amin ajak negara OKI saling menguatkan pulihkan ekonomi dunia

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin terima GIFA Advocacy Award


Merujuk pada survei Kementerian Agama pada 2000, indeks literasi wakaf di Indonesia baru mencapai 50,48, lebih rendah dibandingkan indeks literasi zakat yang masuk kategori sedang yaitu 66,78.

"Sekali pun memiliki potensi besar, wakaf belum dipahami sebagai instrumen ekonomi syariah. Pengelolaan aset wakaf saat ini peruntukannya masih terfokus untuk tujuan sosial, seperti penyediaan fasilitas pemakaman, masjid atau mushala," tutur Ma'ruf.

Oleh karena itu, dalam rangka menuju kebangkitan wakaf produktif, Ma'ruf memaparkan lima rencana aksi yang harus dilakukan BWI; yaitu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk berwakaf, meningkatkan jumlah wakif dan harta wakaf melalui diversifikasi harta wakaf dan meningkatkan kompetensi nadzir.

Selain itu, upaya yang harus dilakukan ialah meningkatkan dampak manfaat bagi mauquf 'alaih serta memperkuat sinergi antarpengelola zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF) atau Islamic Social Fund (ISF) dan Islamic Commercial Fund (perbankan syariah).

"Saya berharap agar wakaf mampu mendorong pemberdayaan masyarakat, peningkatan produktivitas dan pada akhirnya dapat memberikan kontribusi bagi pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Lapor Wapres, Erick: proses vaksin halal COVID-19 harus jadi prioritas

Baca juga: Ma'ruf Amin ajak semua pihak jihad perangi COVID-19


Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar