Batik tampil dalam pameran fesyen New York di tengah pandemi

id International Fashion & Arts Week,IFAWeek,beauty in batik,promosi budaya,batik,KRJI new york

Batik tampil dalam pameran fesyen New York di tengah pandemi

Sejumlah model mengenakan busana batik dalam pemotretan International Fashion & Arts Week (IFAWeek) bertema "Beauty in Batik" yang digelar di New York, Amerika Serikat, Minggu (13/9/2020). (ANTARA/HO-KJRI New York)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah karya fesyen batik ditampilkan dalam International Fashion & Arts Week (IFAWeek) bertema "Beauty in Batik" yang digelar pada Minggu (13/9) di New York, Amerika Serikat (AS), di bawah situasi wabah yang masih berlangsung.

"Acara ini biasanya diselenggarakan di jantung kota Manhattan, New York, namun kali ini acara digelar dengan pemotretan ... juga tetap bertujuan untuk promosi budaya di tengah pandemi," tulis Konsulat Jenderal RI di New York dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Senin.

Sesi pemotretan dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona, yakni pengecekan suhu, pembatasan jarak fisik, dan penggunaan masker.

Baca juga: Inggrid Kansil promosikan batik Sukabumi
Baca juga: Batik Malaysia geser kain khas Banjar


Beberapa orang menjadi model yang mengenakan pakaian bertema batik dalam pemotretan tersebut, termasuk Endang Wahyu Kinasih--istri Konsul Jenderal RI di New York, yang menjadi tamu kehormatan dalam acara itu.

Tiga perancang busana terlibat dalam pemotretan "Beauty in Batik", yakni Natalia Yaya Pascale, Annie Ismono Moe, dan Vanny Tousignant--yang juga merupakan penyelenggara IFAWeek.

"New York adalah tempat yang paling terdampak COVID-19. Kami ingin memberikan pesan bahwa kita adalah penyintas. Kita harus tetap optimistis dan percaya penuh bahwa: bersama, kita pasti bisa," kata Tousignant, mengungkap alasan tetap diselenggarakannya IFAWeek di masa wabah.

Baca juga: Kreativitas dunia fesyen di balik krisis corona
Baca juga: 28 merek Indonesia gebrak Hong Kong Fashion Weeks

Pewarta : Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar