Jerman sebut laboratorium Prancis, Swedia konfirmasi Navalny diracun

id oposisi Rusia AlexeiNavalny,racun saraf Novichok,Jerman

Jerman sebut laboratorium Prancis, Swedia konfirmasi Navalny diracun

Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny memeluk sang istri Yulia setelah penetapan keputusan di gedung pengadilan di Kirov, Rabu (16/10). Pengadilan Rusia kemarin menetapkan Navalny bersalah atas tudugan pencurian tetapi menangguhkan hukuman lima tahun penjara baginya, yang berarti pengkritik utama Presiden Vladimir Putin tidak akan dipenjara. Navalny dinyatakan bersalah dalam pencurian 16 juta Rubel (500 ribu dolar AS) dari perusahaan kayu pada 2009 bulan Juli lalu. Ia telah melakukan banding atas tuduhan dan hukuman yang diterimanya, berpendapat kasus tersebut direkayasa dan bermotif politik. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Berlin (ANTARA) - Laboratorium di Prancis dan Swedia telah secara independen mengonfirmasi bahwa kritikus Kremlin, Alexei Navalny, diracun dengan agen atau gas  saraf Novichok, kata pemerintah Jerman pada Senin.

Juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert juga mengatakan sampel yang diambil dari politikus oposisi Rusia, yang saat ini dirawat di Berlin, juga telah dikirim ke Organisasi untuk Pencegahan Senjata Kimia (OPCW) di Den Haag untuk diuji di laboratorium mereka.

Dokter tentara di rumah sakit Charite Berlin, tempat Navalny dievakuasi setelah jatuh sakit dalam penerbangan di atas Siberia bulan lalu, adalah orang pertama yang mengatakan bahwa dia telah diracuni oleh Novichok. Navalny terbangun dari koma minggu lalu.

Baca juga: Pompeo: "Kemungkinan nyata" pejabat Rusia di balik peracunan Navalny
Baca juga: Komisioner Tinggi HAM PBB desak Rusia selidiki kasus Navalny


"Terlepas dari investigasi OPCW, tiga laboratorium kini telah secara independen mengidentifikasi agen saraf militer sebagai penyebab keracunan Navalny," kata Seibert.

Rusia mengatakan belum melihat bukti bahwa Navalny diracun.

Keracunan tersebut telah membawa ketegangan antara Rusia dan Jerman ke tingkat yang lebih tinggi, memicu seruan agar pipa Nord Stream 2, proyek utama Kremlin untuk membawa gas Rusia langsung ke Jerman di bawah Laut Baltik, untuk dibatalkan.

"Kami memperbarui seruan kami kepada Rusia untuk menjelaskan peristiwa ini," kata Seibert, Senin.

Sumber: Reuters

Baca juga: Rusia sebut telah lacak pergerakan Navalny
Baca juga: Presiden Putin akan siapkan penyelidikan untuk kasus peracunan Navalny

Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar