Perayaan kemenangan Marseille dikecam Mendagri Prancis

id liga prancis, ligue 1, marseille, covid-19

Pemain Paris St Germain Neymar terjatuh setelah berebut bola dengan pemain Marseille Pape Gueye pada pertandingan Liga 1 Prancis di Parc des Princes, Paris, Minggu (13/9/2020). PSG kalah dengan skor 0-1 dalam laga yang diwarnai lima kartu merah itu. ANTARA FOTO/REUTERS/Gonzalo Fuentes/pras.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Prancis (Mendagri) Gerald Darmanin, Senin, mengkritik penggemar Olympique Marseille (OM) yang merayakan secara massal di jalanan kota tersebut setelah timnya meraih kemenangan atas Paris Saint Germain (PSG), mengingat risiko penyebaran virus corona.

"Seseorang hanya bisa mengecam gambar yang kita lihat," kata Darmanin kepada televisi LCI, ketika ditayangkan cuplikan TV dari sekelompok pendukung Marseille yang berpesta setelah kemenangan tersebut dengan saling berdekatan satu sama lain, dan banyak yang tidak mengenakan masker seperti disiarkan Reuters, Senin.

Pada Minggu malam, Olympique Marseille meraih kemenangan tandang 1-0 di kandang juara Ligue 1 Paris St Germain, yang memicu perayaan di Vieux Port Marseille.

Baca juga: Le Classique diwarnai lima kartu merah, Marseille bekuk PSG 1-0

Pekan lalu, Perdana Menteri Prancis Jean Castex menyebut Marseille dan Bordeaux adalah dua di antara kota-kota di daratan Prancis yang paling terpukul oleh bangkitnya kembali virus COVID di Prancis.

Rumah sakit di Marseille juga kembali mengalami krisis karena virus mulai menyebar lagi di Prancis, dengan tingkat kematian akibat COVID-19 tertinggi ketujuh di dunia.

Baca juga: Klasemen Liga Prancis: Rennes rebut puncak, PSG masih nirpoin
Baca juga: Neymar "ngamuk" di Twitter karena mengaku Jadi korban rasisme

 

Pewarta : Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar