Satgas COVID-19: Masker scuba dan buff terlalu tipis

id Wiku adisasmito, masker, covid-19,masker scuba

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito, Kamis (10/9/2020) di Kantor Presiden. ANTARA/Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional/pri.

Jakarta (ANTARA) - Juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito merespons imbauan PT Kereta Commuter Indonesia yang mengimbau masyarakat tidak mengenakan masker jenis scuba dan buff saat menumpang KRL.

Menurut Wiku, kedua masker jenis buff dan scuba memang terlalu tipis, sehingga kemungkinan virus untuk tembus lebih besar.

Baca juga: Lima tips kenakan masker secara aman di cuaca panas

Baca juga: Ini dia masker antikomedo yang aman


"Masker scuba atau buff terlalu tipis, sehingga kemungkinan tembus lebih besar," ujar Wiku dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa.

Wiku mengatakan masker adalah salah satu cara yang digunakan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Dia menekankan semua masyarakat terutama yang ada di area publik dan melakukan interaksi, harus menggunakan masker.

"Masker yang baik adalah masker bedah dan biasa digunakan orang sakit atau memiliki gejala atau gunakan masker kain untuk masyarakat sehat, yang berbahan katun dan berlapis tiga," ujar dia.

Dia mengatakan kemampuan masker kain tiga lapis untuk filterasi atau menyaring partikel virus lebih baik karena jumlah lapisan lebih banyak dalam hal ini tiga lapisan berbahan katun.

Baca juga: Jangan lepas masker walau sudah pakai "face shield"

"Maka, disarankan gunakan masker berkualitas, selain itu masker scuba sering mudah ditarik ke bawah dagu sehingga fungsi masker menjadi tidak ada. Gunakan masker yang tepat untuk bisa menutup batang hidung sampai mulut dan dagu serta rapat di pipi," paparnya.

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar