Tidak ada pebalap Tour de France yang positif COVID-19

id tourdefrance,covid-19

Sekelompok pesepeda beraksi pada etape 15 Tour de France dari Lyon menuju Grand Colombier, Prancis, Minggu (13/9/2020). REUTERS/Stephane Mahe/WSJ/djo (REUTERS/STEPHANE MAHE)

Jakarta (ANTARA) - Panitia penyelenggara Tour de France 2020 mengumumkan pada Selasa bahwa semua pebalap peserta balap sepeda elit itu tidak ada yang positif COVID-19, dan berhak mengikuti putaran terakhir. Dengan Tour de France 2020 menyisakan enam hari lagi, sejauh ini tidak ada pebalap yang positif COVID-19. Sehingga diperkirakan semua agenda akan berjalan sesuai rencana dan kelak ditutup dengan finis di Champs Elysees di Paris pada Minggu (20/9).

Kabar itu menandai kesuksesan panitia penyelenggara ASO, yang akan mengklaim bahwa pihaknya memiliki cetak biru (blue print) yang sesuai untuk menyelenggarakan ajang olahraga akbar di tengah pandemi.

Baca juga: Roglic berada dalam posisi bagus, namun Pogacar siap mengancam

"Kami bersuka cita karena ini berarti usaha-usaha kami sukses," kata direktur balap Christian Prudhomme di La Tour du Pin, yang akan menjadi tempat dimulainya etape ke-16 kepada Reuters.

"Kami berhadapan dengan virus yang menewaskan 30.000 orang (di Prancis) pada musim semi. Kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Semua orang mengatakan pandemi akan berada di sekeliling, merupakan hal yang penting bagi kita meneruskan hidup. Ketika orang-orang menghormati peraturan dan memberi perhatian, (balapan) itu akan berjalan dengan baik," tambahnya.

Prudhomme kembali ke balapan setelah dikarantina sepekan akibat ia positif COVID-19 pada pekan lalu.

Pemuncak klasemen umum Primoz Roglic kini unggul atas 156 pebalap lainnya, saat balapan akan melalui Alpen pada Selasa.

Baca juga: Tadej Pogacar menangi etape ke-15 Tour de France
Baca juga: Klasemen sementara Tour de France setelah etape ke-15


Pengumuman itu menghadirkan rasa lega bagi tim-tim yang berisiko dicoret dari Tour de France, setelah sejumlah staf di beberapa tim positif COVID-19.

Panitia penyelenggara telah menetapkan bahwa jika terdapat dua orang yang positif COVID-19 dalam satu tim, maka tim tersebut tidak dapat meneruskan partisipasinya di Tour de France tahun ini.

Sebanyak 785 tes COVID-19 dilakukan pada Minggu dan Senin dengan menggunakan unit tes mobile.

Menyelenggarakan Tour de France tahun ini menjadi hal yang krusial bagi masa depan olahraga itu, karena penyiaran ke seluruh dunia ajang ini membuat balap sepeda dapat memaksimalkan pendapatan dari iklan selama balapan yang berlangsung tiga pekan tersebut.

Baca juga: Higuita gagal teruskan penampilan di Tour de France akibat kecelakaan

Pewarta : A Rauf Andar Adipati
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar