Tenaga kesehatan Nigeria unjuk rasa tuntut upah penanganan COVID-19

id unjuk rasa tenaga medis,tenaga medis nigeria,Joint Health Service Unions,nigeria,johesu

Ilustrasi - Seorang perawat menimbang seorang bayi sebelum diresmikannya strategi global untuk kesehatan wanita dan anak-anak oleh Sekjen PBB Ban Ki-Moon di rumah sakit distrik Maitama, ibukota Abuja, Nigeria, Minggu (22/5) (ANTARA/REUTERS/Akintunde)

Abuja (ANTARA) - Pekerja kesehatan di Nigeria turun ke jalan untuk menuntut pembayaran tunjangan khusus penanganan pasien COVID-19 dalam sebuah aksi unjuk rasa, sepekan setelah para dokter di negara berpenduduk terbanyak di Afrika itu sempat memutuskan mogok kerja.

Serikat gabungan petugas medis negara itu, Joint Health Service Unions (JOHESU), yang mewakili beragam profesi medis seperti perawat, bidan, dan radiolog, menyebut bahwa aksi yang dilakukan mulai Senin (14/9) itu akan digelar selama tujuh hari.

Sementara itu para dokter di Nigeria, bagaimanapun, akan tetap lanjut bekerja.

Tuntutan dari serikat tersebut, antara lain asuransi jiwa bagi para anggotanya, akses penuh terhadap alat pelindung diri, dan penyesuaian struktur pembayaran. JOHESU menyebut pihaknya akan menggelar unjuk rasa terus-menerus jika tuntutan saat ini tidak disetujui hingga pekan depan.

Menteri Kesehatan Osagie Ehanire, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Senin malam sebagai bagian dari arahan gugus tugas pemerintah atas wabah corona, mendesak para petugas kesehatan untuk menghentikan pemogokan kerja mereka.

"Isu terkait tunjangan adalah suatu hal yang multisektor dan selalu diselesaikan dengan negosiasi, tidak peduli seberapa lama itu dilakukan," kata Ehanire.

Aksi unjuk rasa pekerja kesehatan umum terjadi di Nigeria. Pekan lalu, perhimpunan dokter residen negara itu, National Association of Resident Doctors, menangguhkan aksi unjuk rasa agar memberi waktu pada pemerintah untuk memenuhi tuntutan mereka atas upah dan kondisi kerja.

Aksi para dokter residen--dokter dalam pendidikan spesialis yang mendominasi bangsal darurat di rumah sakit--adalah unjuk rasa kedua yang digelar oleh serikat tersebut pada tahun ini.

Sejauh ini, Nigeria mengonfirmasi sebanyak 56.000 lebih kasus COVID-19 dengan 1.083 kematian.

Sumber: Reuters
Baca juga: Kasus COVID-19 menurun, sekolah di Lagos Nigeria siap dibuka
Baca juga: Kasus COVID-19 meningkat, Nigeria batalkan rencana siswa masuk sekolah
Baca juga: Kepala staf presiden Nigeria meninggal akibat COVID-19

Pewarta : Suwanti
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar