Gubernur Jatim salurkan ventilator kepada pengelola rumah sakit

id Sidoarjo, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, ventilator

Penyaluran bantuan ventilator kepada sejumlah rumah sakit di Sidoarjo, Mojokerto dan Pasuruan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (ANTARA/Indra)

Sidoarjo (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan ventilator kepada pengelola rumah sakit di Sidoarjo, Kota dan Kabupaten Pasuruan dan Kota dan Kabupaten Mojokerto sebagai upaya untuk memaksimalkan pelayanan penanganan COVID-19 di rumah sakit.

"Hari ini kami menyerahkan 26 ventilator kepada 15 rumah sakit rujukan COVID-19 di lima daerah tersebut," katanya di sela kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Rabu.

Selain ventilator, pada kegiatan ini juga diserahkan bantuan berupa 16.000 masker kepada Koordinator Kabupaten Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Tagana. Serta, penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) dan BUMDes.

Ventilator ini merupakan bantuan dari USAID melalui Kementerian Kesehatan. Total ada 210 ventilator dari Kementerian Kesehatan yang rencananya akan diserahkan secara bertahap ke kabupaten lain di Jatim yang masih membutuhkan.

"InsyaAllah dalam sepekan ini setiap hari kami akan mendistribusikan ventilator ke kabupaten atau kota sesuai titik-titik yang paling membutuhkan sesuai surat permohonan yang telah kami terima. Ini menjadi upaya untuk memaksimalkan pelayanan kuratif bagi pasien COVID-19 supaya mereka terlayani dengan baik di rumah-rumah sakit rujukan," kata Khofifah.

Baca juga: Indonesia hasilkan lima ventilator inovasi dorong kemandirian bangsa

Baca juga: Izin edar lima ventilator inovasi Indonesia dikantongi Kemenristek


Ia menjelaskan, dengan adanya bantuan ventilator pihaknya berharap tingkat kesembuhan COVID-19 di Jatim semakin meningkat, dan sebaliknya tingkat kematiannya bisa semakin menurun. Dimana tingkat kesembuhan di Jatim per Senin (15/9) total berjumlah 31.243 orang atau 80,50 persen.

"Alhamdulillah ini semua berkat kerja bersama dari seluruh elemen baik dokter, perawat, para tenaga kesehatan, aparat TNI/Polri, masyarakat, termasuk awak media, kalangan pendidikan dan dunia usaha atau yang disebut dengan pentahelix. Ini jadi satu kesatuan kita dalam menguatkan proses pelayanan penanganan COVID-19," ucapnya.

Sementara itu terkait bantuan 16.000 masker kepada Korkab PKH, TKSK dan Tagana dan pendamping desa menurut Khofifah ini menjadi bagian komprehensif dan stimulan bagi semua pihak untuk bersama-sama saling mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan terutama memakai masker.

Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya penggunaan masker, menjaga jarak serta rajin mencuci tangan. Hal ini penting sebagai salah satu upaya efektif untuk mencegah penularan COVID-19.

"Pembagian masker bagi para pendamping desa, PKH, TKSK dan Tagana ini yang merupakan kedua kalinya. Pertama saat Rakor beberapa waktu lalu, dan sekarang ini untuk melapisi lagi karena saya yakin masing-masing sudah memiliki program yang sama terkait protokol pencegahan COVID-19, sehingga upaya ini menjadi penguatan bersama," katanya.

Baca juga: Australia serahkan 100 ventilator untuk Indonesia tangani COVID-19

Baca juga: UGM bakal produksi massal ventilator untuk penanganan COVID-19

Pewarta : Indra Setiawan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar