Mendes optimistis desa bisa jadi role model pembangunan global

id Mendes PDTT, Desa, Role Model, Pembangunan Global

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar berbicara dalam acara Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Jumat (18/9/2020). ANTARA/HO-Humas Kemendes PDTT

Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar optimistis desa di Indonesia bisa menjadi role model atau panutan dalam pembangunan di kancah internasional.

"Saya yakin nanti (desa) menjadi role model dunia. Model pembangunan di tingkat terkecil tetapi sudah menerapkan SDGs," kata Mendes Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri saat Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Jumat.

Gus Menteri mengatakan dunia internasional memang telah merumuskan model pembangunan global yang disebut dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Baca juga: Mendes PDTT dorong tercapainya SDGs desa

SDGs tersebut merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, dan memiliki 17 target pembangunan secara berkelanjutan, di antaranya untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.

Namun demikian, tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut, kata Gus Menteri, tampaknya belum dikembangkan di tingkat desa. Untuk itu, Gus Menteri mengupayakan agar SDGs tersebut dapat diimplementasikan juga di tingkat desa.

"Untuk desa tampaknya belum ada, di situlah kita turunkan dari SDGs Global, kemudian SDGs Nasional, sekarang kita tarik ke desa menjadi SDGs Desa," katanya.

Baca juga: Mendes PDTT: Jadikan SDGs desa sebagai langkah konkret bangun bangsa

Di Indonesia, SDGs tersebut diimplementasikan dengan dukungan lahirnya Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan atau SDGs Nasional.

Kemudian, Gus Menteri mencoba mengembangkannya menjadi SDGs Desa dengan menambahkan target baru yang belum ada dalam SDGs global maupun nasional, yaitu memasukkan unsur kearifan lokal dan religius.

Untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut, Gus Menteri meminta para kepala desa untuk mendasari target pembangunan di desa masing-masing dengan mengacu SDGs Desa, sehingga masyarakat global tahu bahwa desa-desa di Indonesia telah mengupayakan pembangunan berkelas internasional sehingga bisa ditiru oleh masyarakat global.

Baca juga: PBB: Hanya dua dari 17 SDGs di Asia Pasifik yang sesuai target
Baca juga: Pakar dorong pendekatan SDGs jadi platform ketahanan air dan pangan

Pewarta : Katriana
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar