Sulteng ketambahan 23 pasien COVID-19 baru

id Sulteng,Sandi,Palu,Resesi,Corona

Ilustrasi - Sejumlah petugas mengangkat peti jenazah seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 dari kendaraan untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Poboya, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (11/5/2020). ANTARAFOTO/Eddy Djunaedi/bmz/hp.

Palu (ANTARA) - Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Moh. Haris Kariming menyatakan terjadi penambahan 23 pasien baru COVID-19.

"Tambahan 23 orang itu antara lain lima orang di Kota Palu, 10 orang di Kabupaten Donggala dan delapan orang di Morowali. Lima orang di Palu diisolasi masing-masing tiga orang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anutapura, dua orang di RSUD Undata dan satu orang di RSUD Madani," katanya di Palu, Minggu malam.

Kemudian, lanjutnya, 10 orang di Donggala menjalani isolasi masing-masing sembilan orang secara mandiri dan satu orang menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum (RSU) Pratama Desa Tambu.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Sulteng hari ini melesat, bertambah 11 orang

Delapan orang di Morowali menjalani isolasi secara mandiri. Dengan begitu secara kumulatif hingga kini 320 telah terinfeksi COVID-19, satu 320 orang itu 233 orang dinyatakan telah sembuh, 12 orang meninggal dunia dan 75 orang menjalani isolasi mandiri dan di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat.

"Adapun 152 sampel usap saat ini dalam pemeriksaan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng di Palu," tambahnya.

Haris berharap kasus COVID-19 di Sulteng terus berkurang dan seluruh pasien dapat sembuh seiring dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah di tingkat provinsi hingga kabupaten untuk memutus mata rantai penularan dan penyebaran virus tersebut.

Baca juga: Pemkab Morowali Utara swab gratis 5.000 warganya cegah COVID-19

Ia mengimbau masyarakat agar mendukung tim pengawas Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

"Langkah tersebut sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulteng," katanya.

Baca juga: Dua dosen Universitas Tadulako Palu positif COVID-19


Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar