Bendung Katulampa Siaga 3, masyarakat tetap diminta waspada

id BNPB, BMKG, Bendung Katulampa

Pengendara motor melintas di atas jembatan sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (21/9/2020). Tingginya intensitas curah hujan di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor menyebabkan ketinggian muka air di Bendung Katulampa mengalami peningkatan hingga mencapai 250 cm atau status Siaga 1 sehingga warga di bantaran Sungai Ciliwung diminta untuk waspada. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/aww.

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat untuk tetap waspada meskipun status Bendung Katulampa sudah siaga 3.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor memperbarui data status Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Katulampa menjadi level 3 setelah sebelumnya sempat bertahan di level 1 selama kurang lebih 25 menit," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui keterangan pers yang diperoleh ANTARA di Jakarta, Senin.

Meski terjadi penurunan level TMA di Bendungan Katulampa, BNPB tetap meminta masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Terlebih hasil dari monitoring prakiraan cuaca BMKG menunjukkan bahwa wilayah Jabodetabek masih berpotensi hujan.

Selanjutnya, masyarakat juga diharapkan untuk tidak terpengaruh dengan segala bentuk informasi yang tidak benar dan berlebihan terkait adanya fenomena alam tersebut dari pihak yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Dalam hal itu, BNPB meminta agar masyarakat untuk mengakses dan memperbarui informasi terkini dari pihak-pihak instansi terkait dan pemerintah daerah setempat.

Ia mengatakan data terbaru yang dilaporkan terkait kronologi kenaikan dan penurunan TMA Bendung Katulampa hingga pukul 19.40 WIB adalah pukul 17.00 WIB tinggi muka air (TMA) 0 sentimeter (cm) saat gerimis halus dengan status Siaga 4, kemudian pukul 17.49 WIB TMA 40 cm saat gerimis dengan status masih Siaga 4, Pukul 17.53 WIB hujan menyebabkan TMA 120 Cm Hujan dan status Siaga 3, Pukul 17.58 WIB hujan juga menyebabkan TMA 170 Cm dan menaikkan status siaga menjadi siaga 2 dan Pukul 18.04 WIB hujan juga menyebabkan TMA 200 cm dan status siaga masih siaga 2.

Kemudian pada pukul 18.10 WIB hujan menyebabkan TMA 220 Cm dan status siaga menjadi siaga 1, Pukul 18.17 WIB hujan menyebabkan TMA 240 cm dan status siaga 1, Pukul 18.18 WIB kondisi masih hujan dan menyebabkan TMA 250 cm hujan dengan status siaga 1, Pukul 18.34 WIB juga hujan dengan TMA 240 cm dan Siaga 1, Pukul 19.00 WIB kondisi masih hujan dengan TMA 200 cm dan status siaga sudah menurun menjadi siaga 2 dan Pukul 19.40 WIB kondisi hujan tetapi TMA sebesar 120 cm dengan status siaga menurun menjadi siaga 3.

Dalam peninjauan langsung di Bendung Katulampa, Wali Kota Bima Arya mengonfirmasi adanya penurunan TMA tersebut. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam hal itu, Bima Arya meminta agar masyarakat, khususnya yang tinggal di 13 kelurahan di bantaran Sungai Ciliwung untuk tetap waspada.

"Sempat bertahan cukup lama (status Siaga 1), sekarang Alhamdulillah sudah turun lagi. Tetapi mohon agar warga Bogor yang berada di lintasan Sungai Ciliwung, ada 13 kelurahan agar waspada," kata Bima Arya.

Adapun sebanyak 13 kelurahan yang terletak di bantaran Sungai Ciliwung meliputi Sindangrasa, Tajur, Katulampa, Sukasari, Baranangsiang, Babakan Pasar, Sempur, Tanah Sareal, Bantarjati, Cibuluh, Kedung Badak, Sukaresmi dan Kedung Halang.

Sementara itu, Raditya juga mengatakan bahwa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir berpotensi masih terjadi di sebagian besar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

"Adapun kondisi tersebut dapat diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 22.00 WIB," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data BMKG tersebut, wilayah yang berpotensi terjadi hujan meliputi Tanah Abang di Jakarta Pusat, Kebon Jeruk dan Pal Merah di Jakarta Barat, Setiabudi, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Kebayoran Lama, Cilandak, Kebayoran Baru, Pancoran, Pesanggrahan di Jakarta Selatan, Kramatjati dan Cipayung di Jakarta Timur.

Kemudian Ciledug, Pinang, Larangan di Kota Tangerang, Babelan, Sukawangi dan Cibarusah di Kabupaten Bekasi, Bantar Gebang dan Jati Sempurna di Kota Bekasi, Cimanggis di Kota Depok, Curug dan Kelapa Dua di Kabupaten Tangerang, Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur di Kota Tangerang Selatan dan sekitarnya.

Sementara itu, potensi cuaca yang sama juga dapat meluas ke wilayah Tambora, Grogol Petamburan, Taman Sari, Cengkareng dan Kembangan di Jakarta Barat, Sawah Besar, Kemayoran, Gambir, Senen, Cempaka Putih, Menteng dan Johar Baru di Jakarta Pusat, Pulogadung, Jatinegara, Matraman, Pasar Rebo, Duren Sawit, Makasar dan Ciracas di Jakarta Timur, Cilincing di Jakarta Utara, Tebet dan Jagakarsa di Jakarta Selatan.

Selanjutnya Batuceper, Tangerang, Cibodas, Neglasari, Jatiuwung, Cipondoh, Karawaci, Periuk dan Karang Tengah di Kota Tangerang, Tigaraksa, Cisauk, Pasar Kemis, Cikupa, Panongan, Legok dan Pagedangan di Kabupaten Tangerang, Serpong dan Pamulang di Tangerang Selatan, Tarumajaya di Kabupaten Bekasi, Pondok Gede, Jatiasih dan Pondok Melati di Kota Bekasi dan Cinere di Kota Depok.

Baca juga: Bendung Katulampa Siaga 1, masyarakat diminta tingkatkan kewaspadaan
Baca juga: TMA Bendung Katulampa capai 250 cm atau siaga 1


Pewarta : Katriana
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar