Pasien meninggal dunia di Kepri akibat COVID-19 capai 3 persen

id Pasien meninggal dunia di Kepri, akibat COVID 19 capai 3 persen,positif,batam

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah. ANTARA/Nikolas Panama.

Tanjungpinang (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau menyatakan jumlah pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 sebanyak 55 orang atau 3 persen dari total jumlah pasien yang terkonfirmasi positif.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan, pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 terbanyak di Batam, kemudian Tanjungpinang dan Bintan.

Jumlah pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 di Batam mencapai 42 orang, Tanjungpinang tujuh orang, Bintan tiga orang, Lingga dan Karimun masing-masing satu orang.

Baca juga: Tambahan 67 orang positif COVID-19 di Batam

"Rata-rata yang meninggal dunia akibat COVID-19 memiliki penyakit penyerta," ujarnya, yang juga Sekda Kepri.

Arif menjelaskan jumlah pasien COVID-19 di Kepri bertambah 74 orang sehingga menjadi 1805 orang. Sementara pasien yang sudah sembuh dari COVID-19 bertambah lima orang sehingga menjadi 1114 orang.

Total kasus aktif COVID-19 di Kepri sebanyak 636 orang.

"Tidak ada penambahan angka kematian hari ini," katanya.

Baca juga: Dinkes Belitung telusuri riwayat kontak WNA positif COVID-19

Ia mengatakan kasus aktif COVID-19 di Kepri tersebar di Batam sebanyak 544 kasus, Karimun dua kasus, Tanjungpinang 25 kasus, dan Bintan 45 kasus.

"Mudah-mudahan seluruh pasien yang dirawat dan dikarantina segera sembuh," ucapnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru. Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tidak tinggal serumah, teman rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa dicegah bersama-sama.

Protokol kesehatan yang senantiasa harus dilakukan adalah memakai masker, menjaga jarak (tidak bersalaman) dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin.

Baca juga: Keluarga benarkan kabar Nunung positif COVID-19
Baca juga: Warga Metro dinyatakan positif COVID-19 setelah kontak saat joging
Baca juga: KPU: Bakal calon positif COVID-19 tinggal 13 orang

Pewarta : Nikolas Panama
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar