Sri Mulyani ajak masyarakat disiplin terapkan protokol kesehatan

id sri mulyani,protokol kesehatan,pemulihan ekonomi,aa

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2020). Rapat kerja tersebut membahas laporan dan pengesahan hasil Panitia Kerja Pembahasan RUU Pertanggungjawaban dan Pelaksanaan APBN 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pras.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dapat membantu terciptanya pemulihan aktivitas ekonomi.

"Aktivitas bisa berjalan dan tidak berisiko dengan adanya protokol kesehatan, karena ini bisa menjadi stimulus untuk pemulihan ekonomi," kata Sri Mulyani dalam jumpa pers perkembangan APBN di Jakarta, Selasa.

Sri Mulyani mengharapkan masyarakat yang melakukan aktivitas atau kegiatan terutama di luar ruangan dapat memanfaatkan protokol kesehatan se-optimal mungkin, apalagi pandemi COVID-19 belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Baca juga: Sri Mulyani ungkap harapan kenaikan pendapatan pajak setelah Agustus

Di sisi lain, pemerintah juga terus berkomitmen untuk menangani persoalan kesehatan melalui pemberian alokasi anggaran yang memadai, prioritas penerima manfaat dan memperkuat koordinasi antara KL dengan daerah.

"Kita coba untuk memulihkan ekonomi dan kegiatan sosial, sehingga tercapai titik keseimbangan, karena COVID-19 belum tentu berhenti sampai 2021. Termasuk kalaupun ada vaksin, belum tentu semuanya akan kembali netral, maka betul-betul protokol ini dilakukan," kata Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani: Pendapatan negara turun 13,1 persen

Menurut dia, pemerintah juga akan terus menjaga dinamika kondisi sosial dan ekonomi yang terjadi di masyarakat dengan tetap mengedepankan konsistensi dan kredibilitas, apalagi kondisi COVID-19 ini tidak bisa diprediksi sepenuhnya.

Sebelumnya Sri Mulyani memastikan kinerja perekonomian belum akan pulih dalam waktu singkat, mengingat pandemi telah mempengaruhi aktivitas ekonomi, yang terlihat dari penurunan permintaan dan lesunya daya beli masyarakat.

Baca juga: Sri Mulyani perkirakan ekonomi 2020 tumbuh minus 1,7-minus 0,6 persen

 

Pewarta : Satyagraha
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar