OJK klaim kepemilikan saham masyarakat Papua di masa pandemi meningkat

id OJK Papua

Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak (ANTARA / Hendrina Dian Kandipi)

Jayapura (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat mengklaim kepemilikan saham masyarakat Bumi Cenderawasih di tengah kondisi penyebaran pandemi COVID-19 justru bergeliat dan meningkat.

Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak di Jayapura, Jumat, mengatakan kondisi tersebut tercermin dari kepemilikan saham investor yang tumbuh mencapai dua digit.

"Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2020, nilai kepemilikan investor di Papua mencapai Rp467,83 miliar atau tumbuh sekitar 17,79 persen jika dibandingkan dengan posisi Juli 2019, padahal, kepemilikan investor di bursa saham nasional mengalami penurunan sebesar 12,54 persen," katanya.

Menurut Adolf, jumlah investor di pasar modal juga mengalami pertumbuhan, di mana per Juli 2020, sebanyak 14.766 investor berinvestasi di lantai bursa, atau meningkat 51,52 persen dibandingkan dengan posisi Juli 2019, persentase peningkatan jumlah investor tersebut berada di atas nasional yang tumbuh 49,73 persen.

"Dari total investor di Papua, sebanyak 9.179 investor memilih investasi saham sebagai instrumen investasinya, jumlah tersebut meningkat 2.180 investor di sepanjang tahun 2020, selain itu, per posisi Juli 2020 sebanyak 8.662 investor memilih instrumen reksadana atau tumbuh 97,9 persen (4.285 investor reksadana baru) dibandingkan dengan posisi Juli 2019," ujarnya.

Dia menjelaskan secara terperinci masyarakat Kabupaten Merauke juga sudah berinvestasi di pasar modal, di mana jumlahnya mencapai 1.267 investor dengan nilai kepemilikan saham sebesar Rp116,47 miliar.

"Dilihat dari pertumbuhan investor pasar modal khususnya di Provinsi Papua dan Kabupaten Merauke, dapat disimpulkan bahwa masyarakat di Tanah Papua sudah semakin 'aware' dan paham akan pentingnya investasi dalam rangka mempersiapkan masa depan yang lebih baik dan sejahtera," katanya lagi.

Sebelumnya, OJK Provinsi Papua dengan Papua Barat bersama Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Papua dan Universitas Musamus Merauke bersinergi melaksanakan kegiatan Webinar dengan tema "Peluang dan Tantangan Investasi Pasar Modal di Masa Pandemik".
 

Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar